Hukum & Kriminal

Gadis 13 Tahun di Ambon, Disetubuhi Pemuda Pengangguran

Ilustrasi Perkosa

Ambon,Maluku-  Kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur kembali terjadi di kota Ambon. Kali ini sang pelaku adalah A.F alias A (23 tahun) pemuda pengangguran. Persetubuhan terhadap korban G.K (13 tahun), salah seorang siswi kelas 1 SMP pada salah satu sekolah di Kota Ambon, akhirnya terbongkar setelah ibu korban, J.A.K (46 tahun) membaca percakapan singkat yang dikirim pelaku kepada korban.

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS,dari Laporan Polisi di ruangan Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease, Kamis (1/3/2018),menjelaskan, kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku A.F alias A kepada korban G.K, terjadi Rabu (21/2/2018), sekitar pukul 22.00 WIT  dirumah pelaku yang beralamat di Desa Negeri Lama,Kecamatan Baguala,Kota Ambon.

Kronologi kejadian,berawal ketika korban yang saat itu meminta ijin dari  ibunya untuk keluar rumah meminjam jarum sulam. Usai mengambil jarum sulam dirumah saudaranya,dalam perjalanan pulangnya, korban mendapat pesan singkat dari pelaku, yang meminta korban untuk bertemu.

Sesampainya di tempat yang disepakati, korban kemudian didatangi oleh pelaku yang mengajak korban untuk pergi kerumahnya. Sesampainya dirumah pelaku,korban kemudian diajak oleh pelaku untuk masuk kedalam kamarnya. Saat berada di kamarnya, pelaku yang telah dirasuki nafsu birahi langsung menggerayangi korban dan menyetubuhinya.

Seminggu kemudian, pelaku menghubungi korban. Semua percakapan “mesum” diketahui oleh ibu korban yang saat itu sementaa memegang HP korban.

Usai membaca semua percakapan korban dan pelaku yang tersimpan di pesan masuk HP korban, korban kemudian dicecar pertanyaan oleh ibunya. Merasa tersudut, korban akhirnya buka bukaan.

Geram, ibu korbhan akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke SPKT Polres P.Ambon dan Pp.Lease,  Rabu (28/2/2018).

Laporan persetubuhan anak dibawah umur tersebut, teregister dalam laporan polisi nomor: LP/126/II/2018/Maluku/Res Ambon.

Pelaku yang telah mendekam di dalam ruang tahanan bakal dijerat dengan pasal 81 UU RI nomor 23 tahun 2004 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Paur Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease IPDA Agus Matatula yang dikonfirmasi INTIM NEWS terkait dengan kasua ini,mengatakan pelakunya sudah diamankan oleh Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), dan telah diserahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top