Kota Ambon

Diperas PSK, dan Diteriakin Jambret, Warga Batu Meja Ambon Babak Belur Dihakimi Massa

aniaya pemuda

Ambon, Maluku- Diperas dua orang wanita Penjajal Seks Komersial (PSK), Julius Muskita, warga Batumeja Kecamatan Sirimau Kota Ambon, malah dikira pelaku penjambretan.  Alhasil, wajah pemuda 21 tahun ini bonyok dihakimi massa, dan uang tunai sebesar Rp 2,4 Juta, melayang “ditelan” dua wanita misterius itu.

Nasib apes yang menimpa lelaki yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini terjadi di Jalan Sam Ratulangi Kecamatan Sirimau, Jumat (23/3/2018), sore. Ia dikejar massa dari depan Penginapan Rejeki hingga tepat didepan Toko Sarinda, kawasan Jalan tersebut.

Beruntung, nyawa Julius terselamatkan setelah sejumlah anggota polisi berpakaian preman, mengamankannya. Korban tertolong, tapi dirinya sempat menerima bogem mentah dari massa yang diduga bernafsu menghabisinya.

Menghindari amukan massa, polisi terpaksa menghentikan sebuah sepeda motor yang melintas dan membawa lari korban menuju Markas Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS).

 “Beta (saya) tidak mencopet. Tapi beta yang diperas oleh dua orang wanita. Dong (Mereka) mau ambil (ingin) beta pung (punya) dompet,” akui korban yang tampak menangis dihadapan Kapolsek KPYS, AKP. Roni Manawan.

Korban mengungkapkan, peristiwa itu berawal ketika dirinya hendak melampiaskan sahwatnya. Ia kemudian bertemu seorang wanita untuk “Jajan”. Wanita itupun mengakui dan menawarkan “jasa” Rp. 250 ribu per sekali main.  Tawar menawar harga akhirnya berujung kesepakatan menjadi Rp 150.

 “Mereka hanya bilang 250. Saya kira Rp 250 ribu. Saya tawar menjadi 150. Saya hanya pakai 1 tapi yang masuk 2 (wanita). Satunya kecil tidak putih, dan satunya lagi mama gemuk. Tidak tau nama penginapan itu, tapi letaknya di belakang Amplas (Gedung Ambon Plaza),” jelasnya menggunakan dialek Ambon dihadapan polisi.

Setelah puas melampiaskan hasratnya kepada wanita kecil berkulit sawo matang, korban memberikan uang sebesar Rp 150 ribu. Namun ke dua wanita misterius itu meminta Rp 1,5 juta, sesuai perjanjian. Adu mulut sempat terjadi, hingga korban merasa terancam.

“Beta lia dong kas kaluar pisau. Makanya beta takut dan memberikan uang Rp. 400 ribu. Dong minta tambah dan beta ambil uang di ATM. Ambil Rp. 1 juta. Dong minta tambah lagi Rp. 2 juta,” ungkapnya.

Diduga tak puas, kedua wanita ini pun hendak meraih dompet dari dalam saku celana pendek berwarna crime yang digunakannya. Tarik menarik itulah kemudian terdengar teriakan copet

. “Beta tiba tiba dikejar massa. Seng (tidak) ada waktu untuk menjelaskan. Beta lari selamatkan diri,” kisah Julius.

Kepala Polsek KPYS saat itu meminta korban untuk bersama pihaknya mencari kedua wanita tersebut. Namun korban menolak, karena takut ketahuan keluarga.

“Jang lai pak. Nanti beta keluarga lihat. Beta pulang jua. Jang biking laporan lai,”Ucapnya.

Kapolsek KPYS AKP. Roni Manawan, belum dapat memberikan keterangan. Sebab, kasusnya belum jelas. Namun jika korban ingin buat laporan polisi, pihaknya akan mengantar yang bersangkutan ke Polsek Sirimau.

“Untuk sementara, tim sedang menuju TKP. Nanti kalau sudah dapat kedua wanita itu, saya beritahukan,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top