Hukum & Kriminal

Bungkam Korban Dengan Uang 5 Ribu Hingga 100 Ribu, Pedofil di Ambon Garap  6 Gadis Desa

pedofil

Ambon,Maluku- Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reserse Kriminal Polres P.Ambon dan Pp.Lease, akhirnya mengungkap secara perlahan-lahan kasus persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka E.D.W (46 tahun), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas Pekerjaan Umum (PU),Provinsi Maluku.

Awalnya berdasarkan laporan Polisi yang dilaporkan oleh R.L (53 tahun) salah seorang ibu korban berinisial C.L (10 tahun ), ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres P.Ambon dan Pp.Lease,pada Kamis (15/3/2018) sekitar pukul  22.30 WIT,pihak Penyidik PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease hanya mendapati informasi bahwa kasus persetubuhan dan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka E.D.W, tidak hanya kepada korban C.L (10 tahun) Siswi kelas IV SD, dan korban A.G.L (11 tahun) siswi kelas V SD. Namun setelah melalui penyelidikan pengembangan kasus melalui pemeriksaan  2 orang saksi dan 1 orang saksi korban, terungkap bahwa, kasus persetubuhan  dan pencabulan anak dibawah umur yang semulanya hanya 2 korban kembali bertambah menjadi 4 korban dengan total 6 orang korban penyimpangan seksual (Pedofilia) yang dilakukan oleh tersangka E.D.W.

6 orang gadis desa, pada salah satu Desa yang berada di Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel),yang menjadi korban Pedofilia, dari tersangka E.D.W,masing-masing, V.A.A.S (11 tahun), C.L (10 tahun), A.W (11 tahun), M.H (11 tahun), T.K (10 tahun), dan M.C.S (16 tahun).

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS dari Paur Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease, Ipda Agus, menjelaskan,kasus Pedofilia  yang dilakukan oleh tersangka E.D.W, dengan melakukan persetubuhan dan pencabulan kepada 6 orang korban yang rata-rata masih duduk dibangku SD, SMP dan SMA, itu dilakukan oleh tersangka dirumahnya, yang berada di dusun Lima, Desa Toisapu Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel).

“ Modus tersangka E.D.W, untuk menyetubuhi dan mencabuli ke 6 korban yaitu dengan cara korban diberikan uang jajan oleh pelaku kisaran Rp.5000 sampai Rp.100 ribu. Selain memberikan uang jajan kepada para korban, beberapa korban juga diajak jalan-jalan oleh tersangka, untuk berbelanja di beberapa Swalayan dan Mall yang ada didalam Kota Ambon. Ke 6 orang korban Pedofilia tersebut merupakan anak dari tetangga dan kerabat dekat tersangka,” ungkap Paur Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

Kapolres P.Ambon dan Pp.Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso,S.I.K, melalui juru bicara Paur Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease, Ipda Agus Matatula,yang ditemui Wartawan diruangan kerjanya, Jumat (23/3/2018), membenarkan adanya hasil pengembangan penyelidikan yang dilakukan oleh Penyidik PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease mengenai 5 korban kasus persetubuhan anak dan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka E.D.W.

” Dari hasil pengembangan penyelidikan penyidik PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, terungkap bahwa kasus persetubuhan anak dan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh tersangka E.D.W, dengan korbannya 2 orang anak yang masih dibawah umur,melainkan 6 orang korban yang masih dibawah umur dan merupakan siswi sekolah dasar,”ungkap Ipda Agus Matatula.

Dikatakan, dari 6 korban yang masih dibawah umur tersebut, 3 korban digagahi oleh tersangka dan 3 orang korban hanya dicabuli oleh tersangka. Perbuatan asusila yang dilakukan oleh tersangka E.D.W, dilakukan kepada 6 orang korbannya,sejak tahun 2017 hingga 2018 didalam rumahnya yang berada di Dusun Lima,Desa Toisapu,Kecamatan Leitimur Selatan.

” Tersangka melakukan perbuatan asusila kepada 6 orang korbannya itu,dengan iming-imingan korbannya akan diberikan uang jajan oleh tersangka agar tidak memberitahu perbuatannya kepada orang tua para korban. Tersangka melakukan perbuatan asusila kepada korbannya didalam rumahnya di Duaun Lima,Kecamatan Leitisel,sejak tahun 2017 hingga Januari 2018 dan baru terungkap di bulan Maret 2018,setelah salah seorang ibu,dari 6 korban,yang datang melaporkan perbuatan asusila ke Unit SPKT Polres P.Ambon dan Pp.Lease,” Ungkapnya.

Dijelaskan, dari hasil pengembangan penyelidikan serta pemeriksaan saksi, oleh Unit PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, kasus asusila yang dilakukan oleh tersangka E.D.W, juga dilakukan oleh tersangka sendiri melainkan juga dilakukan oleh keponakan tersangka yang berinisial F.W alias N (22 tahun), seorang kuli bangunan, kepada korban C.L.

 ” Untuk tersangka F.W alias N yang kini telah diamankan di rutan Polres P.Ambon dan Pp.Lease, merupakan keponakan dari tersangka E.DW, yang juga terlibat dalam kasus pencabulan yang dilakukan kepada korban C.L, pada Jumat 23/2/2018, sekitar pukul 23. 00 WIT, di rumah dalam rumah tersangka E.D.W, di dusun Lima,Desa Toisapu, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon,” ucapnya.

Kronologi kejadian kasus asusila yang dilakukan oleh tersangka F.W alias N kepada korban C.L, berawal ketika ibu korban,R.L yang saat itu hendak menjenguk seorang temannya yang sakit di Desa Alang,menitipkan korban untuk menginap sementara di rumah tersangka.

Namun saat berada dirumah tersangka,korban yang saat itu sedang tidur didalam kamar tersangka,tiba-tiba terbangun dari tidurnya itu kaget bukan kepalang saat melihat tersangka yang saat itu telah berada didalam kamar,dan berusaha untuk melucuti celana serta merabah bagian tubuh korban.

Aksi tersangka pun akhirnya berhasil digagalkan oleh korban yang mengancam akan melaporkan perbuatan bejat yang dilakukan oleh tersangka kepada ibunya.

” Korban yang merasa akan dicabuli oleh tersangka akhirnya bangun dari tidurnya dan langsung keluar dari dalam kamar tersangka menuju ke rumahnya yang masih sepi karena ditinggal pergi oleh ibunya yang sedang menjenguk temannya yang sakit di Desa Alang. Korban pun lari meninggalkan tersangka menuju rumahnya. Tersangka yang geram karena ditolak tawaran untuk berhubungan intim bersama korban, membuat tersangka akhirnya melempari korban dengan batu namun korbam sempat menghindar dan langsung masuk ke dalam rumahnya,” ucap Paur Humas Polres P.Ambo dan Pp.Lease.

Dijelaskan,korban pun akhirnya menceritakan kejadian yang lakukan oleh tersangka F.W alias N,didalam rumah tersangka, kepada ibunya setelah pulang menjenguk temannya yang sakit di Desa Alang. Mendengar kisah pilu yang dialami oleh putrinya yang nyaris jadi korban asusila yang dilakukan oleh tersangka didalam rumah pamannya itu, membuat ibu korban menjadi geram dan langsung mendatangi Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease,pada Jumat (16/3/2018), untuk melaporkan kasus pencabulan yang dilakukan oleh tersangka F.W alias N.

” Dari laporan tersebut,barulah terbongkar kasus asusila yang dilakukan oleh tersangka E.D.W dan keponakannya F.W alias N, kepada korban C.L. Dari keterangan saksi korban C.L, Penyidik PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, dapat membongkar kasus asusila yang dilakukan oleh kedua tersangka E.D.W dan F.W.alias N kepada korban CL,” Jelasnya.

Lanjutnya,untuk tersangka E.D.W,telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 Jo pasal 55,56 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau penjara seumur hidup. Sedangkan untuk tersangka F.W alias N, disangkakan dengan pasal pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, dengan pidana penjara maksimal 20 tahun atau pasal 290 KUH Pidana dengan pidana penjara selama 7 tahun. (IN-07).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top