Politik

“Berbaju Golkar”, Sianressy Malah Pilih Kubu BAILEO

Rony Sianressy3
Rony Sianressy (Kanan)

AMBON, MALUKU – Menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2018-2023, semakin menarik untuk dibahas. Apalagi terkait konsolidasi baik tim relawan maupun tim partai politik baik yang mengusung maupun mendukung para pasangan calon (paslon).

Juga, pemandangan menarik terlihat saat calon wakil gubernur Maluku Barnabas Orno yang berdampingan dengan Murad Ismail mengadakan kampanye tatap muka bersama masyarakat pada dua hari belakangan ini. Pasalnya, keduanya didampingi oleh Ronny Sianressy, Wakil Ketua DPD Golkar provinsi Maluku, bidang Pemenangan Pemilu, wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).

Pantauan INTIM NEWS, Selasa dan Rabu malam (27-28/03/2018), Sianressy setia menemani Orno kampanye tatap muka dengan masyarakat di Seilale, Latuhalat dan Kudamati. Seharusnya, Sianressy menurut perintah partai  untuk turut mengamankan keputusan partai Golkar, bekerja guna memenangkan paslon Said Assagaff -Anderias Rentanubun (SANTUN) karena DPP merekomendasikan paslon ini.

“Yang Saya lihat, Maluku butuhkan Gubernur baru. Ini bukan soal ada pendekatan emosional atau pendekatan karena kepentingan pribadi, tapi ini adalah murni pure untuk kepentingan rakyat Maluku. Karena apa, dari sisi penilaian pendekatan objektif, pemimpin sekarang gagal dalam rangka mengemban kepentingan rakyat Maluku. Untuk itu, Saya sebagai putra Maluku, bukan sebagai kader, punya tanggung jawab penuh dalam rangka untuk menghadirkan pemimpin  yang benar-benar,”ungkapnya kepada INTIM NEWS,saat ditanyai tujuan dirinya ada dalam barisan BAILEO, beberapa waktu lalu  di Seilale .

Karena bebernya, fakta membuktikan bahwa hari ini  Maluku provinsi keempat termiskin, tingkat pengangguran nomor satu di Indonesia, padahal dari sisi sumber daya alam, kita punya segalanya. Tetapi, karena desicion maker yang punya kebijakan , tidak menyentuh kepentingan rakyat, maka harapan peningkatan kesejahteraan rakyat jauh daripada apa yang diharapkan.

Dirinya mencontohkan, Kita punya ikan  tetapi tidak ada satu pun perusahaan ikan yang ada di Maluku, bagaimana kita bicara soal kontrak politik ini harus dilanjutkan?Rakyat Maluku harus lakukan evaluasi secara objektif.Sebagai rakyat Maluku, harus  memutuskan kontrak dengan pemimpin yang ada. Karena , pemimpin itu harus punya hati.

“Saya tidak menjelaskan kenapa hari ini Saya ada disini, kalau Saya saja bisa dilakukan seperti itu, apalagi dengan rakyat banyak?Yang membedakan manusia dengan ciptaan yang lain itu  soal hatinya, rasanya, soal berterima kasih, tahu rasa orang bekerja, kalau Saya saja sudah dibuat seperti itu, bagaimana dengan rakyat Maluku. Maka Saya bertanggung jawab terhadap pilihan Saya. Sebagai mantan Ketua AMPG Provinsi Maluku dua periode dan sebagai kader yang selama ini tidak pernah membangkang, terhadap keputusan partai, menurut Saya, Golkar salah merekomendasikan Gubernur dan Wakil Gubernur. Secara pribadi, Saya menilai bahwa, partai Golkar salah merekomendasikan pemimpin,”sebutnya.

Menurut Sianressy,indikatornya jelas, indikator penilaian dan parameter nya jelas. Kita provinsi keempat termiskin,  pengganguran tertinggi, apalagi yang perlu kita harapkan dari pemimpin.

Sianressy menegaskan, dirinya belum pernah pernah sekalipun membangkang terhadap keputusan partai, dan dirinya siap menerima konsekuensi dari pilihan politiknya.

“Sebagai seorang kader, Saya siap menerima konsekuensi logis apapun terhadap pilihan politik Saya. Tapi  Saya tegaskan, bahwa yang saya lawan bukan kepentingan partai, bukan perintah partai, tapi perintah partai yang mengakomodir kepentingan pribadinya. Karena pernah dia juga, membangkang terhadap keputusan partai Golkar, yang mengakomodir kepentingan pribadi Saya. Maka kalau Saya dipecat, maka Saya juga meminta dia dipecat sebagai kader Golkar. Kalau andaikata Saya diberikan saknsi, dia juga harus diberikan sanksi,”tegasnya.

Sembari mengingatkan Sianressy menerangkan, dia tidak membangkang terhadap keputusan partai. Bisa dicatat sekali lagi, dirinya tidak membangkang terhadap keputusan partai, tapi fakta hari ini ada kader Golkar yang berdasarkan Undang-Undang tidak suara terbanyak berikutnya, dari sisi loyalitas ke partai, pernah membangkang ke partai, maju sebagai Wakil Bupati MBD kalah, tidak dukung partai Golkar, lawan partai Golkar.

“Saya waktu itu ketua tim, kasih suaranya cuman 2.300,dilantik jadi Anggota DPRD. Lebih baik Saya mati sebagai seorang kesatria daripada hidup jadi pecundang. Dan, Saya akan membuktikan ke dia, bahwa MTB yang merupakan basis Saya, kita akan lihat tanggal 27 Juni. Karena sekali lagi Saya tegaskan, sampai hari ini  Saya masih Wakil Ketua DPD Golkar provinsi Maluku, bidang pemenangan pemilu wilayah MTB. Sampai hari ini ,Saya tidak pernah membangkang, karena apa yang Saya lakukan, bukan membangkang terhadap keputusan partai, tapi Saya melawan keputusan partai yang mengakomodir kepentingan pribadinya, karena dia pernah melawan keputusan partai DPP yang mengakomodir kepentingan pribadi Saya,”tutur Sianressy.

Ditemui usai rapat internal partai koalisi di Kantor DPD Golkar Maluku, Said Assagaff yang menjabat Ketua DPD menegaskan bahwa Ronny Sianressy dipecat.

“Ronny Sianressy kita pecat. Suratnya sudah ada. Di Golkar yang main diluar pecat. Juga, di PKS dan Demokrat, kader partai yang main diluar pecat. Itu sudah platform partai, siapa saja pecat,”tegas Assagaff,Kamis siang (29/03/2018) .

Dibenarkan juga oleh Sekretaris DPD Golkar Maluku Roland Tahapary bahwa ada dua kader Partai Golkar Maluku yang dipecat.

“Surat pemecatan sudah ada, untuk dua kader Golkar Maluku. Yakni saudara Ronny Sianressy dan Moda Latupono. Kami sementara memprosesnya,” pungkasnya. (IN-06)

 

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top