Politik

Atasi Kompleksitas Masalah di Maluku,  Hanya Butuh Pemimpin Cerdas dan Tegas

Ayu Hasanussy di BAILEO

AMBON, MALUKU – Kondisi wilayah provinsi Maluku, dilihat dari berbagai bidang, bisa dibilang sangat kompleks dengan permasalahan yang ada.

Oleh karenanya, sangat cocok jika Maluku ini dipimpin oleh figur yang tegas dan komitmen serta dari kalangan Militer dalam menuntaskan berbagai persoalan baik itu korupsi maupun kompleksitas masalah yang ada. Hal ini diungkapkan Idrus Hatuina, salah satu tokoh muda Leihitu, Maluku Tengah (Malteng).

Kalau ingin Maluku bersih dari sisi birokrasi, keamanan, kesehatan, pendidikan ,lebih baik orang Militer saja yang memimpin di Maluku.

“Kita tahu bersama, saat ini ada pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur BAILEO, yaitu Murad Ismail-Barnabas Orno.Pengamatan Saya, Visi dan misi mereka bagus, ada baiknya Gubernur baru pimpin Maluku, “ungkapnya, kepada INTIM NEWS, Rabu (14/03/2018).

Menurutnya, masyarakat Maluku ingin nyaman berada diwilayah mereka. Bekerja dengan baik,untuk mencari sesuap nasi demi keluarga mereka.

“Masa berharap saja dari bidang pertambangan? Operasi Gunung Botak, apalagi mau menunggu Blok Masela?Coba kalau tidak ada Blok Masela? Berarti tidak ada penyelesaian pengangguran?, “herannya.

Menurutnya, banyak persoalan di Maluku yang tidak dapat diselesaikan  secara baik. Misalnya, masalah yang terjadi di Gunung Botak, Kabupaten Buru yang menyangkut dengan pencemaran lingkungan yang tercemari oleh zat kimia Mercuri dan Sianida. Sehingga, banyak hewan ternak masyarakat disana yang mati akibat dari pencemaran lingkungan oleh zat kimia.

Persoalan ini terjadi lantaran tidak ada ketegasan dari Pemerintah Provinsi dalam pengambilan kebijakan. Pemerintah Provinsi lemah dalam mengambil suatu kebijakan untuk melindungi masyarakat serta kehidupan flora di Kabupaten Buru. Kalau sudah seperti itu, dikhawatirkan akan juga merenggut nyawa manusia disana.

“Maluku butuh pemimpin yang tegas dan berkomitmen dalam menuntaskan berbagai persoalan. Persoalan di Gunung Botak itu sangat memilukan. Dimana hewan ternak masyarakat disana mulai mati satu persatu akibat dari pencemaran mercuri dan sianida. Ini artinya betapa lemahnya Pemprov dalam mengambil kebijakan dalam melindungi kawasan setempat,” ujar Idrus.

Masalah Romang juga, harus menjadi perhatian serius yang harus juga diantisipasi jangan sampai mengalami hal yang serupa spertihalnya Gunung Botak. Berapa waktu lalu Gubernur Maluku mengarahkan tim Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon bekerjasama dengan inspektur pertambangan lakukan penelitian bersama terhadap penambangan emas di pulau Romang di MBD sejak 16 Februari 2017.

Dan hasil peneliti, ternyata pencemaran mercury di lokasi tambang mas Romang telah melebihi ambang batas. Tentu ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah provinsi kedepan.

Dirinya menilai, ini menyangkut dengan hajat hidup masyarakat disana. Sehingga harus betul-betul memerlukan satu kebijakan untuk membatasi tercemarnya mercury disana agar tidak berimbas seperti di Gunung Botak.

Tambahnya, masyarakat Maluku harus benar-benar teliti dengan kandidat-kandidat paslon kepala daerah yang ada. BAILEO tuturnya, bisa diandalkan menyelesaikan permasalahan kompleks di Maluku ini.

“Dua bidang yang bisa mendatangkan PAD buat daerah kita Maluku ini Pariwisata dan Perikanan Kelautan. Itupun menjadi perhatian serius paslon BAILEO pada Visi dan misinya, Jadi, membuat Saya kagum dengan BAILEO, “pungkasnya. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com