Hukum & Kriminal

2 Tahun Gagahi Anak Hingga Berbadan Dua, Oknum Buruh Bangunan Di Kota Ambon Dipolisikan

Ilustrasi korban seksual anak

Ambon, Maluku- B.S alias U (35 tahun), seorang buruh bangunan, warga Air Kuning, Lorong Silale, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, akhirnya dijebloskan ke rumah tahanan Polres P.Ambon dan Pp.Lease, oleh Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, atas perbuatan bejatnya yang tega menyetubuhi korban, S.A.S (14 tahun) yang merupakan anak angkatnya, hingga berbadan dua.

“BU, resmi kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres P,Ambon dan Pp.Lease, berdasarkan surat perintah penahanan (SP Han), yang telah ditandatangani oleh Kapolres P.Ambon dan Pp.Lease, pada Rabu (28/3/2018).

Untuk kasus ini telah dilakukan kami penyidik PPA telah melakukan pemeriksan kepada 4 orang saksi, yaitu  1 saksi korban, 2 saksi biasa, dan 1 saksi pelaku. Selain pemeriksaan terhadap 4 orang saksi, kami juga telah membawa korban untuk divisum di rumah sakit Bhayangkara Polda Maluku di Tantui, Kota Ambon,”. Ungkap Penyidik PPA yang enggan namanya di publis itu.

Berdasakran informasi yang dihimpun INTIM NEWS dari laporan polisi diruangan Humas Polres P.Ambon dan Pp.Lease, Kamis (29/3/2018), menjelaskan, kasus persetubuhan anak yang dilakukan oleh tersangka, dilakukan berulang kali, sejak tahun 2016, didalam rumahnya.

Kasus ini terbongkar setelah, ibu angkat korban, S.F.S (44 tahun),mendapat laporan dari tetangga rumahya yang memberitahu  korban yang sudah tidak masuk sekolah dari bulan Januari 2018, tanpa ada informasi ke pihak sekolah.

Mendengar cerita dari tetangga, membuat ibu angkat korban, akhirnya mendatangi pihak sekolah untuk mengecek informasi keberadaan korban.

Pihak sekolah pun membenarkan informasi itu. Mendengar informasi dari pihak sekolah, membuat ibu angkat korban akhirnya memutuskan untuk memanggil dan menanyakan penyebab korban tidak lagi masuk sekolah.

Korban pun mengakui kepada ibu angkatnya mengenai penyebab dirinya tidak lagi mau bersekolah.

Mendengar kisah yang diceritrakan oleh korban, sang ibu angkat korban kaget bercampur geram dengan perbuatan tersangka. Akhirnya dia mendatangi Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease, pada Selasa (27/3/2018),sekitar pukul 18.00 WIT, dan melaporkan kasus persetubuhan anak dibawah umur ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres P.Ambon dan Pp.Lease.

Tindak pidana pesetubuhan anak tersebut, sebagimana diatur dalam pasal 81 ayat (1),ayat (2),dan ayat (3) UU RI,nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun penjara, atau pasal 287 KUH Pidana dengan penjara maksimal 9 tahun. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top