Hukum & Kriminal

Tersangkut Kasus Cabul, Anggota DPRD SBB Dieksekusi Masuk Lapas

Ilustrasi Pencabulan
Ilustrasi Pencabulan

SBB,Maluku – Belum lama ini publik dibuat geger dengan ditangkapnya Sekretaris DPRD SBB, Markus Teken karena diduga terlibat dalam kasus Narkoba. Kini hal yang sama juga terjadi pada anggota DPRD SBB dari Fraksi Gerindra, Fredrik Solissa alias Ferry.

Anggota DPRD Kabupaten SBB itu diinformasikan “dieksekusi” Jumat (2/2/2018) sekitar sekitar Pukul 13.30 WIT di kediamannya di Desa Uraur itu, atas Elisitasi M. Nur Eka Firdaus, SH (Kasipidum Kajari Seram Barat) perihal kasus dugaan tindakan asusila yang dilakukan sang Legislator itu pada seorang siswi SMP yang berinisial Y.C.G.D di Kairatu pada 2015 silam.

Ferry Souissa DitahanPenangkapan anggota DPRD SBB dari Fraksi Partai Gerindra, Fredrik Solissa alias Ferry  diinformasikan berdasarkan putusan Kasasi MA yang memutuskan yang bersangkutan dengan pidana 3,4 tahun penjara.

Awalnya di tingkat pengadilan negeri Masohi, Hakim membebaskan tersangka, namun Jaksa mengambil langkah hukum Kasasi membuat Mahkamah Agung RI memutus pidana penjara 3,4 tahun kepada Ferry.

Penangkapan legislator yang akrab disapa bung Ferry itu, dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Seram Bagian Barat dibantu oleh Bhabinkamtibmas Desa Uraur, Brigpol L.Wattimena bersama Kanit Reskrim Polsek Kairatu.

Anggota DPRD SBB itu kemudian dimasukan ke Lapas sekitar Pukul 18.30 WIT.

Sebelumnya, Solissa  dituding telah melakukan perbuatan asusila kepada anak bawah umur yang terjadi tahun 2015. Bertempat di Lokasi pantai wisata Hatuhuran, Anak Baru Gede (ABG) yang masih duduk di bangku SMP itu diduga diperlakukan tidak senonoh oleh Anggota DPRD SBB itu.

Kasus itu baru diketahui keluarga korban saat korban saling ejek dengan temannya, yang mana temannya mengungkapkan insiden malam itu.

Sampailah kabar miring soal insiden di pantai Hatuhuran itu ke telinga orang tua korban. Tak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh, kedua orang tua dan keluarga pun melapor ke Polsek setempat.

Kasus tersebut memang sempat diselesaikan oleh kedua belah pihak, namun kata islah kedua belah pihak tidak sama halnya dengan sikap Kapolres SBB saat itu.

Kasus itu pun tetap digulirkan, yang berujung pada penahanan Sang Legislator ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIb Seram Bagian Barat.

Sementara itu, Kasi Pidana Umum Kejari SBB M.Nur Eka Firdaus, SH yang dihubungi INTIM NEWS, Sabtu (3/2/2018) membenarkan penangkapan Anggota DPRD SBB itu.

Fredrik Soselissa

” Jaksa yang melakukan penangkapan itu saya sendiri sebagai Kasi Pidm Kejari SBB, bersama Meggi Salay,SH.M.Hum dibantu oleh Kasat Sabhara Polres SBB,dan anggota Sabhara serta kanit Reskrim Polsek Kairatu. Beliau ditangkap untuk menjalani Hukuman Pidana sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI No.1751/K/Pid.Sus/2017.  Dengan kasus percobaan dengan kekerasan,perbuatan cabul terhadap anak yang dilakukan oleh terpidana pada saat aktif sebagai anggota Dewan Fraksi Gerindra.  Terpidana Fredrik Solissa alias Feri dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 tahun 4 bulan dan denda 15 juta rupiah dengan subsider 1 bulan kurungan,” Jelas  M.Nur Eka Firdaus.

” Sebelumnya tuntutan Jaksa 6 tahun penjara namun tanggal  11 april 2017 diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Masohi. Jaksa penuntut umum langsung Kasasi ke MA dan turun putusan Mahkamah Agung RI No.1751/K/Pid.Sus/2017 itu. Putusannya sudah inkrah. Memang ada upaya hukum lain yakni Peninjauan Kembali (PK) namun PK tidak menunda atau menghentikan Esekusinya,” Tambahnya. (IN-01/IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com