Hukum & Kriminal

Takut Ketahuan Bapak yang Adalah Anggota POLRI, Ibu Suruh Anak Aborsi

Ilustrasi aborsi

Ambon,Maluku – Takut ketahuan oleh ayahnya yang adalah anggota POLRI karena telah hamil diluar nikah, A.L (17 tahun) disuruh Ibunya untuk menggugurkan janin yang ada dalam kandungannya.

Karena takut ketahuan sang ayah, A.L diantar kerabat untuk menggugurkan janin di dukun beranak berinisial N.L di Dusun Bentang Karang,Desa Passo,Kecamatan Baguala, Kota Ambon pada (10/01/2018).

Informasi yang dihimpun Intim News, dari Laporan Polisi, dengan register nomor : LP/SS/I/2018/Maluku/Res Ambon, tanggal 27/01/2018, di ruangan kerja Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease, Rabu (31/01/2018) menjelaskan, Pelaku A.L yang tinggal di Desa Saparua,Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, diberikan sejumlah uang oleh ibunya, dan diantar oleh kakanya dari Saparua, pada (9/01/2018), untuk datang ke Ambon dan bertemu dengan N.L.

Setiba di Ambon,pelaku dan kakaknya sempat tinggal dirumah  keluarganya yang beralamat di Desa Halong. Pelaku kemudian diantar oleh A.P, dan kakaknya ke rumah N.L.  Dirumah dukun beranak itu, proses aborsi dilakukan oleh NL kepada A.L.

Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, AKP Teddi,SH,S.I.K, kepada Wartawan diruangan kerjanya, Rabu (31/01/2018) mengungkapkan, kasus aborsi yang dilakukan oleh pelaku A.L, bersama dengan dukun beranak, N.L, terungkap dari penuturan seorang pemuda Halong berinisial, M, kepada Anggota Polsek Baguala yang melihat ayah tirinya berinisial H.K mengubur janin,dibelakang rumah mereka,yang berlokasi di Desa Halong,Kecamatan Baguala,Kota Ambon.

“Kasus aborsi ini terungkap dari pemuda Halong, yang dibawa oleh Anggota Polsek Baguala karena dilaporkan oleh H.L ayah tirinya karena melakukan tindakan kekerasan. Saat diperiksa oleh Anggota Polsek Baguala, bukannya mengakui telah melakukan tindakan kekersan kepada ayah tirinya, pemuda Halong tersebut,kemudian menyampaikan kepada Anggota Polsek Baguala kalau dirinya melihat ayahnya mengubur jenasah janin dibelakang rumah mereka,” tutur Teddi.

Lanjutnya,dari pengakuan pemuda Halong tersebut,anggota Polsek Baguala,yang tadinya ingin melakukan pemeriksaan terkait dengan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Pemuda Halong tersebut kepada ayah tirinya itu, malah mamintai keterangan dari Pemuda Halong tersebut terkait dengan informasi dikuburnya janin oleh ayah tirinya dibelakang rumah mereka di Desa Halong.

” Anggota Polsek Baguala yang awalnya menerima informasi tersebut langsung melaporkan kasusnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease untuk melakukan Penyidilan terkait dengan informasi penguburan janin yang dilakukan oleh H.L, dibelakang rumahnya di Desa Halong,” ucapnya.

Dikatakannya, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Unit PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease, H.L,mengakui mengubur janin dibelakang rumahnya itu,milik A.L, warga Saparua, seorang Putri Anggota Polri.

Setelah berhasil menggugurkan janin yang ada dalam kandungan A.L dengan menggunakan akar batang pohon tuba atau dalam bahasa latin (Derris Elliptica), N.L, si dukun beranak, kemudian menyuruh seorang pembantunya, berinisial Y.K, untuk membawa jenasah janin yang telah keluar tersebut untuk dibawa ke rumah Y.K, di Halong untuk mengubur jenasa janin tersebut.

” Y.K, yang membawa janin tersebut kemudian menyampaikan ke H.K untuk membantu dirinya menggali kolam dibelakang rumah mereka di Halong, dan menguburlan janin tersebut. Janin milik pelaku A.L yang dikubur oleh Y.K dan H.L tersebut diperkirakan berumur 4 bulan,” tuturnya.

Terkait kasus itu, Penyidik Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease telah menetapkan 2 tersangka yakni A.L dan N.L.
Tersangka A.L dijerat dengan pasal 77 A , UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI,nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Setiap orang/dengan sengaja melakukan aborsi/terhadap anak yang masih dalam kandungan diancam dengan penjara 10 tahun,” tandasnya.

Sedangkan untuk tersangka N.L dijerat dengan pasal Pasal 346 KUH Pidana, tentang Aborsi dengan hukuman penjara 4 tahun. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com