Hukum & Kriminal

Pundak Ditepuk, Motor Tukang Ojek di Ambon “Melayang”

Hipnotis

Ambon,Maluku- Sebuah sepeda motor merk Yamaha Mio, warna hitam,bernomor Polisi DE 2951 LP, milik Wellem Tentua, (37 tahun), Warga Galala, yang berprofesi sebagai tukang ojek, raup dibawa kabur Orang Tak Dikenal (OTK).

Pelaku Curanmor itu diduga memakai ilmu gendam atau hipnotis untuk membuat korbannya tak berdaya. Informasi yang dihimpun Intim News, dari Laporan Polisi, di ruangan Humas Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease , Selasa (6/02/2018), menjelaskan, kasus penipuan dan penggelapan yang dialami W.T, sang tukang ojek, usai pundaknya ditepuk oleh penumpang yang tidak dikenalinya.

Penumpang itu meminta untuk mengantarkannya dari lorong perahu, Desa Galala, Hatiwe Kecil, Kecamatan Sirimau, dengan tujuan rumah sakit Bhyangkara Polda Maluku, di Tantui, Minggu (4/02/2018), sekitar pukul 14.00 WIT (jam 2 siang).

Kronologi kejadian,berawal ketika korban yang saat sedang menarik ojek, didatangi oleh pelaku yang meminta korban untuk mengantarnya ke rumah sakit Bhyangkara Polda Maluku.

Sesampainya di depan RS Bhayangkara Polda Maluku, pelaku yang diantar oleh korban tersebut turun dan menepuk bahu korban sambil meminta korban untuk menunggu sejenak, karena pelaku ingin menjenguk keluarganya yang sedang sakit dan dirawat di RS Bhayangkara Polda Maluku.

Korban yang masih menunggu pelaku, hanya menurut ketika pelaku meminta dipinjamkan motor untuk membeli bubur ayam kepada pasien. Usai memberikan kunci sepeda motor korban, pelaku lantas meninggalkan korban dengan keadaan kebingungan. Pelaku pergi dan tak kunjung kembali.

Korban yang tersadar kalau sepeda motor miliknya telah dibawa kabur oleh pelaku, akhirnya menanyakan ke salah seorang pegawai R.S Bhayangkara mengenai keberadaan pelaku.

Merasa telah ditipu dan dibawa kabur sepeda motor miliknya oleh pelaku, membuat korban akhirnya mendatangi Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease,pada Senin (5/02/2018), sekitar pukul 10.00 WIT (jam 10 pagi), dan melaporkan kasus yang dialaminya itu.

Kasus penipuan dan penggelapan, yang dilaporkan oleh korban W.T ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polres P.Ambon dan Pp.Lease tersebut teregister dalam Lapiran Polisi,nomor:LP/72/II/Maluku/Res Ambon.

Tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 372 KUH Pidana tentang penggelapan dengan hukuman penjara 4 tahun dan pasal 378 KUHP Pidana tentang penipuan dengan hukuman penjara 5 tahun.

Selain itu Kasat Reskrim AKP Teddi,SH,S.I.K yang dikonfirmasi Wartawan di ruangan kerjanya,Selasa (6/02/2018), mengatakan kasusnya masih dalam lidik Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top