Agama

PJS Bupati Buka Persidangan XX GPM Anugerah, Ohoijang Malra

Risambessy2

Malra,Maluku- Penjabat Bupati Maluku Tenggara, (Malra). Semmy Risambessy, membuka persidangan XX Gereja Protestan Maluku, (GPM) Jemaat Anugerah Ohoijang, Kabupaten Malra. Minggu (18/2/18) lalu.

Risambessy dalam sambutannya menyampaikan, Gagasan bergereja adalah sebuah gagasan yang mandiri yang Iahir dari pemikiran strategis untuk terus menjaIankan tugas memberitakan firman Tuhan kepada semua orang. Didalam Persekutuan, semua orang sama, sehingga membutuhkan dan melengkapi. Saling menerima dan menolong. Melalui persekutuaan itu pula pembinaan iman Jemaat dipupuk sehingga dapat menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas hidupnya didalam Tuhan dan masyarakat.

Risambessy“Hakikat gereja adalah sarana yang diberikan Tuhan kepada orang orang percaya untuk membina dan memelihara Jemaat dalam iman Kristus Tuhan. Dalam menjalankan fungsinya, gereja perlu di tata dan diatur dengan baik pelayanan jemaat dan aturan-aturan yang dibuat sabagai sarana untuk mengatur agar supaya fungsi gereja dapat berjalan dengan baik. Jika menyebut GPM, maka yang dibayangkan Gereja sebagai lembaga  dan individu. Secara lembaga gereja memiliki aturan-aturan bergereja, sistem bergereja dan tata pelayanan tersusun secara organisatoris.”Tegas Risambessy.

Dikatakan, Gereja memegang tanggungjawab dan panggilan untuk manyatakan karya firman Tuhan dalam hidup sehari-hari. Perjumpaan orang kristen Protestan dengan saudara non agama kristen di Maluku Tenggara telah membawa geraja pada kesadaran adanya pluralisme. Diaspora menjadi gaya yang bisa dipakai geraja untuk menyikapi realita plural.

GPM dalam kemajemukan budaya dan agama telah menyadari pentingnya sikap terbuka, menghargai dan mau menciptakan damai. Secara Organisatoris, Forum tertinggi dalam jemaat adalah Sidang jemaat. Pada sidang ini, masalah-masalah jemaat dan program diangkat oleh jemaat. Hal ini sangat membantu dalam menentukan program/kegiatan jemaat.

“Konstitusional dan operasional gereja membentuk organisasi pemuda dan wadah-wadah pelayanan, laki-laki, perempuan, anak dan remaia GPM. Gereja juga perlu mengakomodir pikiran pikiran Jemaat terhadap setiap kebijakan yang ada baik kebijakan Gereja maupun kebijakan Pemerintah yang dianggap menyimpang terhadap kebutuhan masyarakat. Disinilah peranan gereja untuk melindungi jemaatnya.”Tegasnya.

Risambessy juga mengingatkan, saat ini Kabupaten Malra memasuki masa masa penuh tantangan dalam relasi antar umat. Pemilukada seringkali menciptakan gesekan gesekan antar mereka yang berbeda pandang. Saya mau menegaskan, perbedaan adalah keindahan. Tidak ada alasan untuk menolak perbedaan, namun tidak ada alasan pula untuk meniadakan perbedaan. Diatas kesemuanya itu adalah persaudaraan sejati.

“Percayalah, siapapun pemimpin yang akan memimpin daerah ini dia adalah pemimpin yang Iahir dari kehendak Tuhan. Mari kita perkuat persekutuan kita yang dimulai dari Iingkungan keluarga, gereja dan masyarakat.  Saya sungguh mengharapkan, kiranya dalam persidangan kali ini peserta dapat memberikan rekomendasi rekomendasi konstruktif dalam konteks peningkatan ekonomi jemaat, peningkatan kualitas sumber daya jemaat dan menjaga kemitraan Gereja Protestan Maluku dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara agar lebih kokoh Damai dan Sejahtera.” Tutup Risambessy, yang juga Mantan Karateker Walikota Tual. (IN-09).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com