Pendidikan

Maret Seleksi Guru Kontrak SBT, Rumaratu: Untuk Penuhi Guru Mata Pelajaran Produktif

Rumaratu
kepala dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan olahraga, Achmat Rumaratu

Bula,Maluku-Pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) lewat dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan olahraga berencana akan melakukan seleksi ulang guru kontrak didaerah itu. Proses seleksi ulang tersebut akan diadakan pada Maret 2018 mendatang. Saat ini dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan olahraga SBT telah membentuk panitia seleksi guru kontrak tahun 2018. Hal ini sampaikan kepala dinas pendidikan kebudayaan pemuda dan olahraga, Achmat Rumaratu kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa, (27/2/2018).

“Jadi panitia sudah siap, dokumennya semua sudah siap, soalnya sudah siap tinggal hari H. Insyah Allah di minggu pertama atau minggu kedua bulan Maret (2018) untuk seleksi guru kontrak ditahun ini dimulai, “ungkap Rumaratu.

Selain untuk memenuhi kekurangan guru didaerah itu, kebijakan seleksi ulang dilakukan dalam rangkah mencari guru mata pelajaran produktif untuk ditempatkan pada sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar diseluruh wilayah kabupaten SBT.

“Kenapa hari ini ada seleksi, terlepas dari tanggungjwab Pemerintah provinsi kaitannya dengan SMA dan SMK, Kabupaten juga harus bertanggungjawab karna mereka yang mengajar anak-anak kita sehingga alasannya kita harus bantu ke teman-teman SMA dan SMK. Solusi yang kami tawarkan ke Pemerintah daerah adalah harus ada seleksi ulang terhadap kontrak yang kemarin, “katanya.

Dikatakan, langkah seleksi dilakukan lantaran sejauh ini tenaga pendidik yang ditempatkan dinas pendidikan provinsi Maluku pada SMK dan SMA yang ada dikabupaten SBT belum memenuhi standar sesuai kebutuhan sekolah. Terutama untuk guru jurusan mata pelajaran produktif yang dibutuhkan SMK.

“Sasaran kita untuk SMK itu, rata-rata guru mata pelajaran produktif. Pelajaran produktif ini menurut kami selama ini tidak ada. Karna memang disetiap kampus itu tidak ada yang lulus sarjana mata pelajaran produktif yang langsung keluar jadi guru itu memang tidak ada. Langkah-langkah kita untuk guru mata pelajaran produktif ini adalah seleksi, “ungkapnya.

Kata dia, sesuai data, guru mata pelajaran produktif yang dibutuhkan untuk memenuhi delapan SMK yang tersebar dikabupaten SBT mencapai 29 orang. Dari 29 orang itu, masing-masing memiliki kualifikasi ilmu yang berbeda-beda.

“Kami punya 8 SMK dikabupaten Seram Bagian Timur yang jurusannya beda-beda kami sudah punya catatan, untuk guru produktif yang kami butuh nanti sekitar 29 orang. Jadi mata pelajaran itu sesuai dengan jurusan yang ada disekolah masing-masing, “kata Rumaratu.

Untuk proses seleksi guru kontrak SBT tahun 2018 ini, pihaknya akan mencantumkan sejumlah persyaratan sebagai syarat bagi calon peserta yang akan ikut seleksi. Salah satu persyaratan itu adalah ijazah Akta IV (4) yang diperoleh dari perguruan tinggi.

“Untuk SMK itu kita butuh guru mata pelajaran produktif. Tapi di satu sisi ada persyaratan akta 4 yang harus dipenuhi. Pertanyanya daerah sangat butuh mereka, terus persyaratan yang ini (akta 4) tidak ada, Solusinya seperti apa? Nah disinilah langkah-langkah kebijakan kita untuk membutuhkan guru mata pelajaran produktif seperti itu, Sama halnya dengan sarjana perikanan, “jelas dia.

Kendati demikian, meski tidak memiliki akta IV namun calon peserta yang merupakan sarjana jurusan produktif akan diakomodir untuk ikut seleksi guru kontrak tahun 2018 ini. Rumaratu menyadari, metode pembelajaran dan pengelolaan kelas akan berbeda dengan sarjana ilmu pendidikan. Namun spesifikasi ilmu sarjana jurusan produktif siap digunakan untuk pembelajaran siswa-siswi disekolah.

“Ada beberapa jurusan seperti Agro bisnis perikanan, agro pertanian, perkantoran, akuntansi dan teknik penangkapan ikan. Inilah mata pelajaran yang menurut kami tidak memenuhi syarat ketika syarat itu diminta harus punya SIM akta 4 dalam proses seleksi. Tapi mereka ini yang kita butuh. Nah ini kaitannya dengan mata pelajaran disekolah yang selama ini susah kita dapat, “sambung dia.

“Sebab, ketahuan kami di SMK ada tiga mata pelajaran, mata pelajaran produktif, normatif dan adaptif. Kalau normatif dan adaptif mungkin kita dapat lebih banyak sedangkan produktif yang susah. Inilah yang menjadi harapan kita kedepan, “ungkap Rumaratu.

Sementara untuk SMA kata dia, pengadaan guru kontrak tahun ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan guru disejumlah sekolah SMA. Kecuali SMA Negeri 1 Geser, SMA Negeri 1 Bula, SMA 1 Negeri Werinama dan SMA Negeri 1 Pulau Gorom yang kebutuhan gurunya telah terpenuhi.

“Sedangkan SMA-SMA yang lain itu perlu dibantu. Contohnya di SMA itu ada mata pelajaran sosiologi, sarjana pendidikan ekonomi, di SMA itu juga harus ada ekonomi akuntansi. Ini tanda kutip juga sama, ketika ini kita bisa akomodir mereka sesuai dengan kebutuhan sekolah terpaksa kita harus ambil. Ini langkah-langkah kita untuk memenuhi kebutuhan yang ada disetiap sekolah, “jelasnya.

Pengadaan guru kontrak yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kabupaten SBT merupakan langkah untuk membantu sumber daya manusia didaerah itu. Seperti diketahui, seluruh SMK dan SMA dikabupaten/kota sendiri telah diambil alih oleh Pemerintah provinsi termasuk di Maluku. Untuk itu, setiap pembiayaan operasional sekolah SMK dan SMA masuk dalam APBD Pemprov.

“Untuk membantu sumber daya guru yang ada di SMA dan SMK ini saya pikir tidak ada masalah. Beban Anggaran itu ada pada dinas (SBT) kaitannya dengan pembayaran gaji mereka. Mereka (Pemprov) juga bantu kita. Kita punya 117 guru kontrak provinsi yang biayanya di APBD provinsi. Kalau kita dihitung-hitung setelah diakomodir semua itu 94 guru mereka kasih kita 117. Kalau mata pelajaran ini sesuai kita bantu di sekolah itu 94 guru, “katanya.

Sementara itu, teraktif proses seleksi, Rumaratu mengaku, tahun ini panitia seleksi yang telah dibentuk akan menggunakan 2 metode. Pertama, seleksi tertulis dan kedua adalah praktek belajar mengajar (pirkitcing) untuk mengetahui pengetahuan guru dalam mengelola kelas.

Dia juga memastikan proses seleksi guru kontrak tahun 2018 ini, pihaknya tidak akan mengakomodir calon peserta yang menggunakan ijazah SMA untuk melakukan pendaftaran seleksi tersebut. Untuk itu dia berharap pihak terkait dapat memahami Langkah ini diambil oleh panitia untuk memperoleh tenaga pendidik yang berkualitas demi memajukan sumber daya manusia didaerah itu.

“Harapan kami semua orang harus sadar, ini yang penting. Semua orang harus sadar bahwa tidak bisa ya tidak bisa. Jadi seleksi ini ada 2 tahapan, yang pertama itu tahapan tertulis dan tahapan pirkitcing. Kemarin itu 3, tahapan wawancara itu saya pikir tidak perlu. Intinya tahapan pengetahuan keguruannya, materi yang diuji nanti terus tahapan yang dia bisa mengajar atau tidak. Dia bisa mengelola kelas atau tidak, intinya sebagai guru dia boleh pintar tapi bagaimana siswa bisa mengadopsi apa yang guru sampaikan. Ini yang istilah teman-teman adlah pengelolaan kelas, “harap dia. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com