Hukum & Kriminal

Mantan Pejabat  PT Bank Maluku-Malut Jadi Tersangka Kasus Tipikor

Kasus Bank Maluku

Ambon,Maluku – Setelah berhasil mengantongi nama tersangka dan pemeriksaan saksi dikalangan pejabat internal  Bank Maluku-Maluku Utara dalam kasus dugaan tindak pidanan korupsi penjualan surat hutang bunga obligasi (Reverse Repo), Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku yang menangani perkara tersebut akhirnya resmi mengumumkan 2 nama tersangka baru, Rabu (21/2/2018). Keduanya masing-masing pejabat internal Bank Maluku-Maluku Utara yakni  Idrus Rolobessy (Mantan Direktur Umum Bank Maluku-Maluku Utara Periode 2010-2015), dan Ishak Baltasar Thenu (Direktur Kepatuhan PT Bank Maluku-Malut).

Kepala seksi Humas dan Penerangan (Kasi Penkum), Kejaksaan Tinggi Maluku, Sami Sapulete,SH,MH, kepada Wartawan diruangan Pers Kejati Maluku, Rabu (21/2/2018) mengatakan keduanya dietapkan berdasarkan surat penetapan tersangka oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku, Selasa (20/2/2018).

 “Untuk tersangka Idrus Rolobessy, ditetapkan dengan surat penetapan tersangka, nomor:B-326/S.1/Fd.1/02/2018,sedangkan untuk tersangka Ishak Baltasar Thenu, ditetapkan dengan surat penetapan tersangka, nomor : B-330 S.1/Fd.1/02/2018.  Keduanya disangkakan melanggar pasal 20 ayat (1) atau pasal 3, Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 Jo UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo pasal 55 ayat (1) ke 3 KUH Pidana yang ditetapkan sesuai dengan surat keputusan pada Rabu (21/2/2018),” ungkap Sami Sapulete.

Menyinggung soal adanya penambahan tersangka dalam kasus ini, Kasipenkum mengatakan, masih tergantung pada pemeriksaan saksi dan juga tersangka oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku.

Untuk diketahui, sebelum diumumkanya nama tersangka dalam kasus dugaan tipikor penjualan surat utang bunga obligasi (Reverse Repo) PT Bank Maluku-Malut tahun 2014, Penyidik Kejati Maluku juga telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dikalangan pejabat internal Bank Maluku-Maluku masing-masing, Jacob Leasa selaku Kepala Satuan Audit Internal (SKIA) PT Bank Maluku-Maluku, G.A selaku Kepala Divisi Penyelesaian dan Pengawasan (KSIE), B.W (Mantan Ketua Satuan Kerja Manajemen Resiko) dan Ishak Thenu (Direktur Kepatutan).

Pasca ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 1 Juni 2017 lalu, baru lima orang saksi yang diperiksa. Mereka diantaranya, Eks Direktur Utama PT. Bank Maluku, Dirck Soplanit, Eks Direktur Pemasaran Bank Maluku, Willem Patty, Eks Direktur Kepatuhan, Izack Thenu, Mantan Kadiv Treasury Bank Maluku, Edmon Cornelius Martinus, dan Analis pada Divisi Treasury, Critian Tomasoa. Dari kelima nama diatas, Willem Patty, Edmon Cornelius Martinus dan Cristian Tomasoa merupakan pihak yang sering diperiksa penyidik. Saat penyelidikan pun demikian.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil pemeriksaan rutin pada 2014, ditemukan transaksi reverse repo surat berharga sebesar Rp 238,5 miliar di Bank Maluku. Selain itu, OJK menemukan transaksi pembelian reverse repo surat berharga sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 ribu di Bank Maluku dan Malut. Kedua transaksi itu dilakukan pihak Bank dengan PT. Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas yang dipimpin, Andre Rukminto. Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top