Nasional

Kisah JK Menggebrak Meja di Depan Laskar Jihad

JK Bawa Damai

Jakarta – Brak!!! Tangan Jusuf Kalla (JK) menggebrak meja di depannya. Raut wajah dua lelaki berjubah yang baru saja selesai bicara sontak berubah. Keduanya tak menyangka JK sampai menggebrak meja saat merayu kelompok mereka untuk datang ke perundingan damai.

Pembicaraan itu terjadi saat konflik Ambon tengah bergejolak. Sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, JK memprakarsai perdamaian antara kelompok Islam dan Kristen yang bertikai di Ambon. Jusuf Kalla mengajak kelompok Laskar Jihad datang ke perundingan.

Namun ajakan untuk datang ke perundingan damai tak semulus yang diharapkan. Kelompok Laskar Jihad menganggap ada banyak masalah yang harus diselesaikan sebelum berdamai. Masalah ini adalah bagian aspirasi umat Islam dan bagian ibadah membela umat yang dianggap tertindas. “Perdamaian tidak selesai hanya di meja perundingan,” begitu argumentasi mereka. Jusuf Kalla kurang sreg terhadap logika semacam itu.

“Persoalannya sangat sederhana. Anda yang tidak membuat sederhana. Apakah kalau mendamaikan orang bukan ibadah? Bung, mendamaikan orang itu amat mulia di depan Tuhan. Kalau Anda mau mendamaikan orang-orang Islam, maka yang mesti dilakukan adalah mempelopori perdamaian. Bukan mencari-cari alasan,” tegas JK kala itu.

Hamid Awaludin menuliskan kesaksiannya saat bersama JK terlibat mendamaikan konflik di kawasan timur Indonesia itu dalam buku ‘Perdamaian Ala JK: Poso Tenang, Ambon Damai’. Hamid sendiri mengaku tersentak kaget atas sikap JK yang amat tegas tersebut.

Kelompok ini datang berempat ketika bertemu JK, dua anggota lainnya menunggu di luar. Sebelum masuk ruangan, Hamid meraba benda panjang yang terselip di belakang punggung dua anggota Laskar Jihad, sebilah pedang. Sedangkan JK berada dalam ruangan hanya ditemani Hamid dan Achmad Kalla, adik JK.

Untungnya tak ada insiden dalam pertemuan itu. JK tak memberikan pilihan apa pun selain damai dan menegaskan ia tak mau dihalangi untuk mewujudkannya. Seusai pertemuan, JK justru tak memasang muka cemberut, ia menyapa dengan lembut ketika berpisah dengan orang-orang Laskar Jihad itu.

Sikap tegas JK juga diperlihatkan kepada kelompok Kristen. Kelompok ini juga menganggap perseteruan mereka dengan kelompok Islam sebagai perang suci, Perang Salib. Kedua pihak-pihak sama-sama yakin bakal masuk surga bila saling membunuh.

“Kalian semua bakal jadi penghuni neraka. Tunjukkan pada saya dalam Bibel ada ajaran yang mengatakan bahwa membunuh orang itu masuk surga, ayo tunjukkan,” tantang JK dalam sebuah kesempatan.

Konflik Ambon tak selesai dalam waktu pendek, catatan kegagalan setelah perundingan terjadi. Namun kegagalan-kegagalan ini merupakan jalan menuju perdamaian itu sendiri. Kini konflik Ambon telah usai.

Kelihaian JK dalam menyelesaikan berbagai konflik di Tanah Air terus bertaji. Ia kemudian turut serta dalam upaya menciptakan perdamaian Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pasca bencana tsunami 2004. Perdamaian ini pun disusun dengan berbagai perundingan di luar negeri.

Kini, JK mengemban misi perdamaian lagi. Atas permintaan Presiden Afghanistan, Presiden Joko Widodo menugaskan JK untuk merintis perdamaian di negeri itu. Konflik di Afghanistan sudah berlangsung lebih dari 30 tahun, seolah tanpa ujung. Dengan segala reputasi dan pengalamannya menyelesaikan konflik di Tanah Air, harapan menyala bagi negeri sahabat itu. Meski tak mudah, juga bukan suatu yang mustahil. Semoga…. (IN/Web)

Sumber : Detik.Com

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com