Buru

Kasus Tipikor WFC Namlea, Adik Bupati Buru Kembali Dicecar Penyidik

korupsi

Ambon,Maluku- Setelah berhasil menetapkan 4 tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran pembangunan Water Front City (WFC), tahun 2015-2016, yang menguras anggaran Rp 1,7 Miliar,dengan presentasi mencapai 90% di tahap penyelidikan, membuat Penyidik Kejati Maluku secara bergantian terus melakukan pemanggilan kepada ke 4 tersangka untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

Salah satu yang diperiksa adalah adik kandung Bupati Buru dan juga Anggota DPRD Kabupaten Buru, Sharan Umasugi. Umasugi sendiri dalam kasus ini elah ditetapkan sebagai tersangka. Umasugi diperiksa sebagai saksi untuk tesangka lainnya, Selasa, (13/2/2017).

Selain Umasugi, penyidik juga akan mengagendakan pemeriksaan tersangka lain sebagai saksi yaitu tersangka M.R.P.

“Untuk presentasi perkara WFC hingga saat ini sudah capai 90 persen. Tinggal tersangka MRP saja yang belum diperiksa sebagai tersangka. Setelah, itu mungkin perkaranya sudah bisa dinyatakan lengkap oleh penyidik nanti,” ungkap Kesipenkum dan Humas Kejati Maluku, Sammy Sapulette kepada Wartawan diruangan Pers Kejati Maluku, Rabu, (14/2/2018).

Dikatakannya,selain mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka Sharan Umasugi dan tersangka MRP, Penyidik Kejati Maluku juga telah meminta pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Perwakilan Maluku untuk mengaudit perhitungan kerugian keuangan negara dalam pembangunan proyek WFC Kota Namlea, Kabupaten Buru, tahun 2015-2016.

“Jadi sudah dalam pemberkasan. Ikuti saja,” singkat Sammy.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sahran Umasugi adalah pemilik proyek Water Front City Kota Namlea. Namun Sahran tidak menggarap proyek senilai Rp 4.911.700. 000 itu, secara langsung. Ia menggunakan bendera PT Aego Media Pratama untuk mengerjakan proyek yang dibiayai APBN itu. Politisi partai Golkar itu dijadikan tersangka. Dia tak sendiri, dia dietamani Muhamad Duwila alias MD bertindak selaku penerima kuasa Direksi dari perusahaan yang menggarap proyek dan seorang lagi berinisial MRP, Sri Julianti alias SJ yang bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Bukti-bukti dugaan korupsi proyek Water Front City Namlea semakin terang menderang. Proyek tahun 2015-2016 ini terindikasi kuat merugikan negara Rp 1,7 miliar. Nilai kerugian negara ini ditemukan saat tim ahli Politeknik Negeri Ambon memeriksa fisik proyek Water Front City pada 26 September 2017 lalu. Selanjutnya hasil hitungan ahli ini akan diserahkan kepada BPK untuk audit kerugian negara secara lengkap. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com