Kota Ambon

KAMMI Kota Ambon Apresiasi Kebijakan Pakaian Adat Pemkot Ambon

pakaian darah maluku

Ambon,Maluku-  Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon soal keharusan mengenakan pakaian adat khas Ambon setiap tanggal 7 bulan berjalan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon diapresiasi oleh organisasi Kemahasiswaan ekstra kampus, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Ambon.

Hal itu disampaikan Bidang Kebijakan Publik KAMMI Ambon, La Arufin, S.Pd, ,kepada INTIM NEWS, melalui pesan selulernya,  Kamis (22/2/2018).

“Kebijakan untuk menggunakan seragam pakaian adat khas Ambon setiap tanggal 7 bulan berjalan ini sangat bagus. Ini dalam rangka menjaga local wisdom atau kearifan local masyarakat ambon,” Jelasnya.

KAMMI Kota Ambon

Dikatakannya, kebijakan Pemkot Ambon yang diperkuat dengan peraturan walikota tersebut menurut Arufin menjadi bagian dari menjaga tradisi busana dan pakaian daerah di tengah tren Fashion modern yang menggerus nilai-nilai lokal.

“Ini bagian dari menjaga tradisi kita dalam berpakaian. Bagaimanapun pakaian adat itu menunjukan identitas kedaerahan yang harus dijaga. Apalagi anak-anak jaman Now sudah punya banyak gaya dan referensi berpakaian dari luar. Minimal di tengah berkembangnya selera fashion dan gaya berpakaian, busana dan kostum adat sebagai nilai kedaerahan harus tetap punya tempat di generasi milenia saat ini,” Ungkapnya.

Ditambahkan, tanggal 7 bulan berjalan dijadikan acuan berdasarkan hari ulang tahun kota Ambon yang jatuh pada tanggal 7 September. Hal itu disampaikan Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru saat menghadiri Pembukaan Kongres Cabang GMNI Ambon, beberapa waktu lalu.

“Kebijakan itu kami ketahui saat KAMMI menghadiri acara pembukaan kongrs Cabang kawan-kawan GMNI di Aula Gonsalo beberapa pekan yang lalu,” tutup alumni Universitas Darussalam Ambon tersebut. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top