Militer

Ini Skenario Simulasi Pengamanan Pilkada Polres Ambon

Ilustrasi Pengamana Pilkada

Ambon,Maluku – Banyak isu SARA yang terus berkembang di kalangan Masyarakat Kota Ambon, dalam pelaksaan proses pencoblosan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,pada tanggal 27 Juni 2018, menimbulkan terjadinya kekacauan yang dilakukan oleh salah seorang saksi dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, dilokasi tempat pemungutan suara (TPS) X, yang berlokasi di Lapangan Hatukau, Galunggung ,Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Aksi protes terhadap perhitungan suara yang dinilai sarat dengan kecurangan yang dilakukan oleh Komisi Pemungutan Perhitungan suara (KPPS), Kecamatan Sirimau, Kota Ambon di TPS X (10) Galunggung,membuat saksi dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku yang merasa kurang puas dengan hasil perhitungan suara pada TPS dimaksud, menghubungi massa simpatisan/relawan dari paslon dimaksud untuk datang ke TPS tersebut guna memprotes kinerja dari pihak KPPS. Mendengar laporan adanya kecurangan perhitungan suara yang dilakukan oleh KKPS Kecamatan Sirimau, di TPS X Galunggung,membuat masa dan simpatisan dari pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku,yang merasa telah dicurangi tersebut, akhirnya mendatangi TPS tersebut,sehingga menimbulka keributan dan massa simpatisan/relawan dari salah satu paslon tersebut, yang ingin merebut kotak suara pada TPS dimaksud.

Simulasi Pilkada

Melihat kejadian tersebut diatas petugas Kepolisian yang bertugas pada TPS tersebut langsung menghubungi Kapolsek Sirimau, AKP W.B,Minanlarat,SH, untuk melaporkan kejadian dimaksud. Dari laporan anggota Kepolisian yang berada di TPS tersebut, Kapolsek Sirimau langsung menghubungi Kapolres Pulau Ambon selaku KA OPS Res Ambon guna melaporkan kejadian tersebut yang terjadi pada TPS X serta meminta bantuan pasukan.

Kapolres Pulau Ambon selaku KA OPS RES Ambon memerintahkan Pasukan Pengendali Massa (Dalmas) Sat Sabhara Res Ambon untuk menuju ke TPS tersebut dan mengamankan serta membubarkan massa simpatisan/relawan dari Paslon tersebut di atas. Kemudian pada saat anggota Dalmas Res Ambon tiba di TKP langsung melakukan negosiasi tapi tidak membawakan hasil,sehingga Dalmas Res Ambon langsung membubarkan massa tersebut secara paksa serta mengamankan salah satu Provokator yang diduga sebagai dalang dalam kejadian tersebut.

Setelah situasi di TPS tersebut dapat dikendalikan Petugas KPPS yang dikawal oleh Linmas,Anggota PAM TPS serta anggota Dalmas langsung membawa Kotak suara ke Kantor PPK di Kec Sirimau, selanjutnya tiba di kantor PPK kotak suara tersebut langsung dikawal oleh petugas pengamanan di Kantor Kec Sirimau selama masa perhitungan dan rekapitulasi suara di PPK berlangsung degan aman dan tertib selanjutnya Kotak Suara tersebut di distribusikan ke Kantor KPU Kota Ambon untuk dilakukan perhitungan suara tingkat Kabupaten/Kota selama giat perhitugan berlangsung mendapatkan pengawalan dari petugas pengamanan di kantor KPU Kota Ambon maupun personil pengawalan, selanjutnya petugas KPU bersama Personil pengamanan mengantarkan Surat Suara tersebut ke kantor KPU Provinsi dan seluruh kotak suara diamankan oleh personil Polri yang melaksanakan pengamanan di Kantor KPU Provinsi Maluku.

Tidak hanya terjadi kekacauan di TPS X, lapangan Hatukau,Galunggu , aksi unjuk rasa dari salah satu massa simpatisan pasangan calon yang datang dari berbagai daerah juga berlanjut di kantor KPU Provinsi Maluku. Sehingga mengantisipasi terjadinya aksi kekerasan dan ganguan keamanan di kantor KPU Provinsi Maluku, Kabag Ops Polres Pulau Ambon da Pp Lease langsung melaporkan kejadian tersebut ke Kapolres Pulau Ambon untuk melakukan penambahan pasukan ke Kantor KPU Prov guna mengantisipasi aksi unjuk rasa dari massa simpatisan.

Namun massa aksi terus berusaha masuk ke dalam gedung Kantor KPU Prov Maluku. Sehingga Kabag Ops Polres Pulau Ambon dan Pp. Lease, kembali menghubungi Kapolres Pulau Ambon dan Pp. Lease untuk meminta penambahan pasukan dari Sat Brimobda Maluku untuk melakukan pengamanan di Kantor KPU Prov Maluku.

Setelah pasukan PHH Brimob tiba dilokasi dan menghalau massa untuk segera meninggalkan lokasi tersebut. Selanjutnya massa aksi langsung berangsur-angsur membubarkan diri. Namun setelah massa aksi membubarkan diri telah ditemukan sebuah benda mencurigakan yang diduga Bom,sehingga atas kejadian tersebut Kapolres Pulau Ambon & PP Lease langsung menghubungi pihak Unit Jihandak Sat Brimobda Maluku untuk melakukan deteksi terhadap benda mencurigakan tersebut.

Setelah unit Jihandak Sat Brimobda Polda Maluku selesai melakukan deteksi terhadap benda mencurigakan tersebut selanjutnya situasi kembali normal seperti biasanya.

Situasi kekacauan TPS X dilapangan Hatukau Galunggung,Desa Batu Merah,Kecamatan Sirimau Kota Ambon,dan pengaman kantor KPU Provinsi Maluku,merupakan rangkaian kegiatan simulasi Tactical Floor Game (TFG) yang didemonstarikan oleh Kapolsek Sirimau AKP W.B, SH dan Kabang OPS Polres Ambon & Pp. Lease KOMPOL Aris Tiku, S.Sos dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Tahun 2018 yang berlangsung di aula Dharma Polda Maluku,Kamis (1/02/2018).

Kapolsek Sirimau AKP.W.B.Minanlarat, SH, yang ditemui Intim News,diruangan kerjanya,Jumat (2/02/2018) mengatakan, simulasi pengamana TPS dan kantor KPU Provinsi Maluku, dalam simulasi Tactical Floor Game (TFC), adalah sebuah bentuk kesiap siagaan jajaran Kepolsian Polsek Sirimau dalam membantu pihak Polres P.Ambon dan Pp.Lease dalam menganrisipasi situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat jelang perhelatan Pilkada yang di Maluku tahun 2018. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top