Hukum & Kriminal

Ini Kronologi Dugaan Pencabulan Anak Kandung oleh Perwira Polda Maluku

Pencabulan anak

Ambon,Maluku – Kasus dugaan pencabulan anak kandung yang masih dibawah umur yang dilakukan oknum Pama (Perwira Pertama), Polda Maluku berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), berinisial AS (45 tahun), masih diselidiki polisi.

Pengakuan korban yang juga putri Perwira Polisi berinisial R.A.Q, (7 tahun), menceritrakan kisah memilukan kepada ibunya M.A.S (42 tahun).

Kepada ibunya M.A.S (Istri terlapor), korban menceritrakan, saat korban berada bersama terlapor (AKP AS), dirumah terlapor, korban yang sering tidur bersama dengan terlapor. Korban pun sering disuruh mengangkat paha korban dan terlapor kemudian meraba alat vital korban dan mengosok-gosok alat vital terlapor ke alat vital korban.

Dugaan pencabulan tersebut sering kali dilakukan oleh terlapor hingga korban mengalami rasa sakit pada alat vitalnya.

Informasi yang dihimpun INTIM NEWS dari laporan Polisi, di ruangan Humas Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease,Rabu (21/2/2108) mengkronologikan, kejadian berawal dari tahun 2015 ,pelapor dan terlapor yang telah menjalani prosesi perceraian, membuat hak asuh anak diberikan kepada terlapor untuk tinggal bersama dengan korban R.A.Q, dari bulan Februari 2015 hingga bulan Februari 2017.

Namun seiring berjalannya waktu tepatnya pada Bulan Februari 2016, pelapor (Ibu korban), yang bertemu dengan korban di rumah pelapor yang berada di daerah Batu Merah,sehingga pelapor pun akhirnya mengajak korban dan  kakak korban untuk berangkat bersama dengan pelapor ke Jakarta.

Saat berada di Jakarta dan tinggal bersama dengan korban dan kakak korban, pelapor sempat kaget melihat tingkah laku kakak korban yang sering mengosok alat vitalnya ke sebuah bonek mainan.

Melihat tingkah laku kakak korban, membuat pelapor akhirnya menanyakan perilaku aneh sang kakak. kakak korban pun memberitahu ke pelapor, kalau dirinya diajarkan oleh korban (adiknya), untuk melakukan perbuatan menyimpang itu.

Mendengar pengakuan kakak korban membuat pelapor akhirnya memanggil putrinya R.A.Q (korban) dan menanyakan perbuatan yang diajarkan oleh korban ke kakaknya itu.

Kepadaa ibunya, korban pun akhirnya mengakui dan menceritrakan perilaku seksual yang biasanya dipraktekan oleh sang kakak korban. Diungkapkannya,perlakuan itu juga sering didapati oleh korban dari terlapor (AKP AS).

Korban juga mengakui kepada ibunya, mengenai perbuatan terlapor yang sering mencabuli korban.

Mendengar kisah anaknya, pelapor yang saat itu berada di Jakarta tersebut,akhirnya memustuskan untuk pulang ke Kota Ambon Provinsi Maluku, tahun 2018, untuk melaporkan kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh terlapor (AKP AS) kepada korban yang tak lain adalah putri terlapor.

Laporan itu  teregister dalam laporan polisi nomor : LP/103/II/2018/Maluku/Res Ambon.

Tindak pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut diatur dalam pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang pergantian atas UU nomor 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara maksimal selama 15 tahun penjara, atau pasal 290 KUH Pidana dengan hukuman penjara maksimal selama 7 tahun. (IN-07)

Baca juga : Diduga Cabuli Anak Kandung, Oknum Pama Polda Maluku Dipolisikan

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top