Seram Bagian Barat

Humas Polda : Tidak Ada Bekas Kekerasan di Tubuh Nelayan yang Ditemukan Meninggal di SBB

Penemuan mayat di SBB

Ambon,Maluku – Amus Ganggi (46 Tahun) Warga Dusun Waimeteng, Desa Piru, Kec.Seram Bagian Barat, Kab.SBB yang berprofesi sebagai nelayan ditemukan tak bernyawa (6/2/2018) lalu.

Kematian korban diduga akibat speed boat yang dikendarainya karam dihantam gelombang laut.

“Diduga Speed boat-nya dihantam gelombang. sehingga korban hilang dan dicari oleh Masyarakat saerta Dit Pol Air Polda Maluku. Korban baru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tidak ada bekas kekerasan di tubuh korban. Diduga korban meninggal karena arus laut yang begiatu kuat, membuat korban kehabisan tenaga tenggelam,” Ucap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohirat kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (8/2/2018).

Dikronologikan, Selasa (6/2/2018) sekitar Pukul 13.00, nelayan dusun telaga Piru, melihat speedboat berputar-putar di tengah laut, di laut Desa Eti. Mencurigai ada yang tidak wajar, nelayan itu lantas mengejar Speedboat tersebut.

Saat ditemukan, tidak didapati pemilik speedboat. Nelayan yang menemukan Hp diatas speedboat tak berpenghuni itu lantas menghubungi nomor kontak yang ada di Hp itu secara acak.

“ Nelayan itu menghubungi beberapa nomor, salah satunya nama Bito Tamu. Bito Tamu mengira yang menghubungi adalah Amus Ganggi,” ujarnya.

Setelah hampir seharian mencari, barulah pukul 23.25 WIT, korban ditemukan. (IN-07/IN-14/JSY)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top