Seram Bagian Barat

Endus Kejanggalan, DPRD SBB Tinjau Lokasi Proyek CV Titian Hijrah

CV Titian Hijrah

SBB,Maluku –  Dugaan Penyerobotan Lahan oleh CV. Titian Hijrah yang beroperasi sejak tanggal 17 Januari 2018  di desa Sumeith Pasinaru, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat, baru terbongkar pada saat kunjungan kerja Tim Komisi B DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku di Negeri Sumeith Pasinaru. Tim Komisi B DPRD SBB yang mendengar informasi dari pemberitaan media dan laporan masyarakat itu, langsung turun lapangan dan mengecek kebenaran informasi itu.

Tim DPRD Kab. Seram Bagian Barat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD SBB Drs. Julius M. Rutasouw, Ketua Komisi B La Ode Masihu, SE, Hendrik Serihollo, SH, Melky Tuhehay, S. Sos,  Arifin Porlan Gresia, SH, Salim Suneth, S. Sos, Rahim Waliulu dan Salim Huat, meninjau Lokasi Penampungan dan Bas Camp CV. Titian Hijrah serta kunjungan ke Negeri Sumeith Pasinaru Kamis, (8/2/2018).

CV Titian Hijrah3

Titian Hijrah sebelum beroperasi di Petuanan Adat Negeri Sumeith Pasinaru melaksanakan Sosialisasi di Negeri Sanahu Kecamatan Elpaputih di bulan Desember 2017 kepada beberapa Negeri -Negeri di pegunungan Ahiolo, Abio, Huku, Watui, dan Sumieth Pasinaru tetapi yang hadir pada saat itu Negeri Sumeith Pasinaru, Ahiolo dan Abio. Saat sosialisai Perusahaan paparkan pada Negeri-Negeri tersebut bahwa Perusahan akan membuat Perkebunan Masyarakat seperti Perkebunan Pala dan Kopi, tetapi kenyataannya lain CV. Titian Hijrah dalam operasionalnya memiliki ijin IPK untuk pengolahan Kayu bulat.

Pihak DPRD SBB yang turun ke Bas Camp Karyawan, hanya menjumpai Bagian Operasional Camp  sedangkan General Manager (GM) dan Direkturnya tidak berada di tempat.  Ketua DPRD dan Komisi B pun menegaskan kepada pihak Manager, agar menemui DPRD SBB dengan disertai dokumen perijinan pengoperasian Perusahaan.

CV Titian Hijrah2

Sementara menurut penjelasan Ketua Saniri/BPD Negeri Sumieth Pasinaru Afner Makotomarele kepada Wartawan mengatakan, Sosialisasi Perusahaan kepada pihaknya bahwa perusahan akan membuat perkebunan masyarakat.

“Perusahan katakan mereka akan membuat perkebunan masyarakat. Perkebunan tanaman pala dan kopi. Tidak menyinggung soal pengambilan kayu bulat. Tapi  ternyata ada rencana pengambilan kayu bulat  dengan loging” tuturnya.

“Terus kami minta agar kita dapatkan copyan peta Blok untuk perkebunan. ternyata setelah kita mendapatkan Copyan peta block dari pihak perusahaan, ternyata areal perkebunan itu berada di areal petuanan adat  Negeri Sumeith Pasinaru. Sedangkan untuk pengambilan kayu itu berada di petuanan  adat Negeri Ahiolo Abio. Ini yang sangat disesalkan karena perusahaan dan pemerintah daerah tidak sosialisasi terlebih dahulu dengan masyarakat Sumeith Pasinaru terkhusus untuk lahan perkebunan ini,” Sesalnya. (IN-13)

Baca juga : Tanah Adat Disabotase, Bupati SBB Diminta Tinjau Kembali Ijin Eksplorasi Hutan Kec. Elpaputih

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com