Maluku

Dipakai untuk “Ngefly”,  Desa Tulehu Masuk Zona Pengawasan Sirup Komix

Komix2

Ambon, Maluku- Antisipasi peredaran obat batuk komix dalam kemasan sirup yang diduga mengandung sat adiktif (Narkoba), yang marak digunakan oleh para Pemuda di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, membuat Badan Narkotikan Nasional (BNN),Provinsi Maluku, bersama dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhabinkamtibmas Tulehu, akhirnya merasia dan menyita obat batuk sirup komix disetiap toko yang menjual obat tersebut.

“ Sebagai daerah yang saat ini dalam pengawasan oleh BNNP Maluku,  untuk mengatisipasi penggunaan obat sirup komix yang ada di Negeri Tulehu,BNNP Maluku beserta Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhabinkamtibmas Tulehu, minggu kemarin telah melakukan penyitaan kepada sebuah toko yang berada di Negeri Tulehu. Selain melakukan penyitaan obat sirup komix yang dijual di toko di Tulehu tersebut, pemilik toko berseta beberapa karyawan juga telah dilakukan test urin oleh BNNP Maluku,” ungkap Kepala Badan Narkotikan Nasional Provinsi Maluku, Brigjen Pol Rusno Prihardito, yang ditemui Wartawan di Kantor BNNP Maluku,Rabu (28/2/2018).

Kepala BNNP Maluku1

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku, Brigjen Pol. Rusno Prihardito

Dikatakannya, untuk menghentikan peredaran obat sirup komix yang sering digunakan oleh para pemuda dan pelajar yang ada di Negeri Tulehu, pihak BNNP Maluku juga melakukan pemeriksaan  terhadap para pelajar di dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Tulehu.

“Kami BNNP Maluku, menargetkan 7 tahap pemulihan kepada para pemuda dan pelajar yang ada di Negeri Tulehu yang sering menggunakan sirup komix sebagai pengganti Narkoba yang bila diminum dalam kemasan 10-15 saset akan membuat pemakainya mersakan fly, dan pusing yang luar biasa,”ungkap Jenderal Polri berpangkat satu bintang emas itu.

Dirinya berharap,kepada Pemerintah Proivinsi Maluku dan  Badan Pemeriksa Obat dan Makan (BPOM) Provinsi Maluku, dapat membantu BNNP Maluku untuk mengurangi peredaran obat sirup komix yang ada di Maluku, yang berdampak buruk bagi generasi muda di Maluku.

“ Saya berharap adanya perhatian dari Pemerintah Provinsi Maluku dan BPOM Maluku agar menghontrol dan mengawasi setiap apotik yang melakukan penjualan terhadap obat sirup batuk komix haruslah disertai dengan resep dokter. Hal ini dilakukan untuk menjaga dampak buruk bagi masa depan genarasi muda di Maluku yang belum semuanya menggunakan sirup komix sebagai pengganti narkoba,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top