Maluku

Brigjen Pol Prihardito : Sabu yang Dijual Kasat Narkoba SBB pada Sekwan Mungkin Barang Undercover Buy

Kepala BNNP Maluku2

Ambon, Maluku- Tindak lanjut kasus penjualan dan penggunaan nakorba jenis sabu yang menyeret, Sekwan DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Markus Tekan bersama dengan Kasat Narkoba Polres SBB IPTU, Y.K, yang dalam proses pemeriksaan oleh Diresktrorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), Polda Maluku, akhirnya menyerahkan kedua tersangka untuk menjalani Asesmen di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku.

“Selasa (26/2/2018), kemarin pihak Penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku telah menyerahkan 2 tersangka masing-masing Markus Teken dan IPTU Y.K untuk menjualani asesmen oleh BNNP Maluku,”ungkap Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol Rusno Prihardito, yang ditemui Wartawan diruangan kerjanya,Rabu (28/2/2018).

Dikatakannya, kedua tersangka akan menjalini assement di BNNP Provinsi Maluku selama kurang lebih 1 bulan, yang kemudian akan diserahkan kembali ke Penyidik Ditresnarkoba Polda Maluku untuk menjalani proses pemeriksaan.

“ Kedua tersangka yang saat ini berada di rumah tahanan BNNP Provinsi Maluku, akan menjalani asesmen selama kurang lebih 1 bulan, setelah itu baru pihak BNNP Maluku akan menyerahkan keduanya ke Penyidik Polda Maluku,”ucap Jenderal berpangkat satu bintang emas itu.

“Tersangka Y.T yang sempat ditanyakan oleh Penyidik BBNP Maluku masih bungkam soal asal barang bukti jenis sabu yang telah disita oleh pihak Ditresnakoba Polda Maluku. Dugaan saya barang bukti tersebut didapatkan dan dijual tersangka IPTU Y.T kepada tersangka Markus Tekan merupakan barang undercover buy (Pembelian Terselubung),”Ungkapnya.

Undercover Buy (Pembelian Terselubung) sendiri adalah teknik khusus dalam penyelidikan tindak pidana narkotika dan precursor narkotika dimana seorang informan atau anggota polisi (dibawah selubung) bertindak sebagai pembeli dalam jual beli narkotika.

Dikatakannya, selain itu terkait dengan penanganan pelaku pengguna dan pengedar narkoba yang masuk dalam asesmen BNNP Maluku, selama 2 bulan berjalan ditahun 2018 tercatat sebanyak 26 orang.

“ Untuk pelaku penggunan dan pengedar narkoba yang masuk dalam asesmen BNNP Maluku tercatat untuk tersangka narkoba jenis Sabu sebanyak 20 dan tersangka narkoba jenis ganja sebanyak 6 orang. 26 tersangka yang akan menjalani asesmen dari BNNP Maluku ini 24 orang tersangka merupakan tahanan Polres P.Ambon dan Pp.Leasae, dan 2 tersangka lainnya yaitu, Markus Tekan dan Iptu Y.T merupakan tahan dari Ditresnarkoba Polda Maluku,” Pungkasnya.

Ditambahkannya, untuk barang bukti narkoba jenis sabu dan ganja yang kini disita oleh BNNP Maluku lebih didominasi oleh barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 70 gram, dan barang bukti ganja sebanyakl 4 gram.

“ Berdasarkan pengembangan yang dilakukan oleh BNNP Maluku, Narkotikan jenis ganja yang masuk ke Kota Ambon dan tersebar di beberapa daerah di Maluku lainnya, merupakan ganja dari Papua yang didapatkan yang diseludupkan dari Papua Nugii ke Papua, kemudian dipesan oleh pengguna maupun penjual narkoba jenis ganja,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top