Seram Bagian Timur

Binmas Polda Maluku Gelar FGD di Bula

FGD Bula

Bula,Maluku- Direktorat Bina Masyarakat (Binmas) Kepolisian Daerah Maluku pada Rabu, (28/2/2018) siang menggelar kegiatan Fokus group diskcussiion (FGD) dikota Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Kegiatan FGD dengan tema “Menyikapi Bersama Situasi yang  Berkembang Menjelang, Saat dan Paska Pilkada Serentak Tahun 2018 Yang Akan Dipengaruhi Oleh Berbagai Aksi Intoleransi, Hoax, Ujaran Kebencian (Hate Speech) dan Konfik Sosial Yang Akan Menimbulkan Gangguan Kamtibmas Diwilayah Desa/Kelurahan Kecamatan dan Kabupaten” itu digelar di Aula kantor KPU kabupaten SBT.

Selain dihadiri sejumlah toko masyarakat, toko agama, toko pemuda dan toko perempuan Bula, kegiatan FGD itu juga dihadiri Kepala Sub Dit Polmas Polda Maluku, Kompol AY. Pailongan, Wakapolres SBT, Kompol Umar Kilian, Kapolsek Bula AKP. Sin Hut Keneri Sabar dan sejumlah kepala pemerintah negeri dan negeri administratif sekecamatan Bula.

Ketua tim Dit Binmas Polda Maluku, AKBP. Abdul Rasik Manuputy dalam sambutannya mengatakan, kegiatan FGD itu merupakan sharing Polda Maluku dengan kepala Pemerintah negeri dan negeri administratif di Maluku khususnya SBT untuk mengantisipasi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakt (Kamtibmas) menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Juni 2018 mendatang.

“Pilkada serentak ini terdapat banyak intervensi politik kepada masyarakat sehingga berpengaruh pada keadaan kamtibmas kerana adanya blok pendukung  pasangan calon satu dengan pasangan calon yang lain, “ungkapnya.

Selain itu, pengaruh media sosial dalam menyebarluaskan pemberitaan yang tidak tertanggung jawab (Hoax) sering kali dapat memicu ketegangan antara pendukung pasangan calon. Untuk itu, Manuputy berharap masyarakat tidak mudah terpancing dengan informasi hoax yang sengaja disebarkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memicu konflik ditengah masyarakat.

Manuputy juga menghimbau, masyarakat khususnya pengguna media sosial untuk tidak meneruskan atau membagikan berita Hoax yang diterima kepada publik. Menyebarkanluaskan informasi Hoax sangat berdampak memicu konflik antara masyarakat. Tidak hanya itu, Hoax juga berdampak kunsukuensi hukum bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.

“Banyak berita berita yang mengejek, menjelek jelekkan pasangan calon, berita Hoax ini perlu di pahami oleh masyarakat tentang pemberitaan yang tidak benar adanya, jangan kita mudah percaya dalam menerima informasi hoax itu. Untuk itu berita Hoax yang sering masuk di kita jangan lagi disebarkan karena apabila dilaksanakan tindakan dengan hukum maka yang membagikan berita tersebut akan terkena juga sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut tidak berkembang jangan percaya dengan berita hoax yang belum di tahu sumber yang akurat, “harap Manuputy.

Menurut Manuputy, untuk menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Polri telah membentuk Babinkamtibmas. Anggota Babinkamtibmas ini ditempatkan disetiap desa untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Untuk kabupaten SBT sendiri penepatan personel Babinkamtibmas masih terkendala sejumlah persoalan. Ini karena letak geografis kabupaten SBT yang terdiri dari pulau-pulau.

“Babinkamtibmas berada langsung di bawah kapolres. Keberadaan babinkamtibmas didesa desa terkendala dari Tempat tinggal karena kabupaten SBT terdiri dari pulau pulau dan keterbatasan anggota plisi yang ada di kabupaten SBT, “jelas dia.

Perwira dengan dua melati ini meminta masyarakat untuk membantu tugas polisi dalam menjaga kamtibmas dilingkungan masing-masing terutama menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang. Dia juga menghimbau masyarakat memantau peredaran minum keras dan aktifitas perjudian yang dilakukan sebagian masyarakat maupun anggota TNI/Polri.

“Judi merupakan penyakit masyarakat, apabila terdapat anggota kepolisian yang terlibat silahkan di laporkan dan dokumentasikan, hukum di indonesia tidak ada yang kebal hukum, tidak kenal polisi atau tentara silahkan di laporkan, “imbaunya.

Sementara itu, Kepala Pemerintah Negeri Bula, Abdul Rauf Pattikupang mengatakan, kehadiran anggota personel Babimkatimbas ditengah-tengah masyarakat terutama warga desa sangat diperlukan. Tugas personel babinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan warga desa menjadi modal utama dalam mengantisipasi gejolak kamtibmas. Untuk itu, dia meminta Polda Maluku dan Polres seram bagian timur bisa menempatkan personel babinkamtibmas diseluruh desa yang ada didaerah itu.

“Diperlukan babinkamtibmas untuk setiap desa karena menurut pengamatan kami bahwa pentertiban keamanan setiap desa untuk di kabupateb SBT masih mengalami keterambatan dalam menangani permasalahan karrna kurangnya personil babinkam tibmas di setiap desa, “ungkap Patikupang.

Rangkaian kegiatan FGD itu ditutup dengan penyerahan Tanda Mata oleh tim Ditbinmas polda Maluku kepada Bapak Raja Negeri Bula. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com