Hukum & Kriminal

Berkas Pemerkosa Mahasiswi KKN Unpatti di Morela, Masuk Meja Jaksa

ilus perkosa

Ambon,Maluku- Setelah melewati tahapan Penyelidikan dan Penyidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease, berkas kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh tersangka Fadli Thenu alias Eki (23 tahun), kepada korban E.V, Mahasiswi KKN di salah satu Fakultas Universitas Pattimura, di tempat wisata Lubang Buaya, Desa Morela, Kecamatan Leihitu,Kabupaten Maluku Tengah Buaya, pada (15/2/2018), akhirnya resmi dilimpahkan ke tahap II (Penyerahan barang bukti dan tersangka), kepada Penyidik Pidana Umum Kejaksaan Negeri Ambon, Rabu (14/2/2018).

” Berkas kasus tersangka Fadli Thenu Alias Eki,hari ini telah dilimpahkan ke tahap II oleh Penyidik PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease kepada penyidik pidana umum Kejari Ambon yang diterima oleh Jaksa Penuntut Umum Liliana Helut,SH. Untuk melengkapi berkas tahap II, ini Penyidik PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease telah melakukan pemeriksaan kepada 3 orang saksi yang merupakan rekan Mahasiswa dari korban E.V,Penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa pakaian dalam korban dan celan jens korban yang dirobek oleh tersangka,”ungkap Kanit PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan Pp.Lease,saat ditemui Intim News diruangan kerjanya,Rabu (14/2/2018).

Diketahui sebelumnya,kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh tersangka F.T kepada korban E.V (24 tahun), salah seorang Mahasiswa Fakultas Perikanan Unpatti, Ambon,saat korban yabg saat itu bersama dengan Mahasiswa Unpatti lainnya sedang melakukan Kulia Kerja Nyata (KKN),di Desa Morela,Kecamatan Leihitu,Kabupaten Maluku Tengah,pada bulan November 2017 tahun kemarin.

Kejadiannya berawal ketika, korban E.V, yang saat itu sedang berada di posko Mahasiswa KKN Unpatti yang berada di Negeri Morela Kecamata Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, didatangi oleh pelaku F.T, yang ingin berkenalan dengan korban E.V.

Setelah berkenalan dengan korban, pelaku yang mulai tergiur dengan bentuk tubuh yang menggoda dari sang Mahasiswi, mengajak korban untuk jalan- jalan dengan pelaku sebagai bentuk perkenalan pertama.

Sang Mahasiswi KKN tersebut akhirnya menerima tawaran sang pelaku untuk diajak jalan menggunakan sepeda motor bersama pelaku mengitari Negeri Morela.

Dalam perjalanan mengitari Negeri Morela,kedua pasang yang lagi kasmaran tersebut sempat terjatuh, sehingga korban sang mahasiwi KKN tersebut meminta pelaku untuk untuk mengantarkan dirinya kembali ke posko KKN.

Namun permintaan korban sama sekalai tidak digubris oleh pelaku. Pelaku yang telah dirasuki nafsu seksual itu, mengelabuai korban dengan mengarahakan sepeda motor yang dikendarianya itu dan membawa korban menuju ke lokasi tempat wisata lubang buaya, di Negeri Morela dengan alasan pelaku akan meminta uang untuk memperbaiki kerusakan motornya yang dipaki pelaku untuk membonceng korban.

Setibanya dilokasi wisata lubang buaya, pelaku yang sedang kasmaran itu akhirnya mengutarakan isi hati kepada sang Mahasiswi, untuk menjadi pujaan hatinya dalam pernikahan. Namun permintaan hati sang pelaku yang diutarakan kepada korban, sama sekali tidak diresponi oleh korban.

Merasa permintaan hati ditolak oleh korban, pelaku yang telah dirasuki nafsu seksual akhirnya menarik tangan korban dengan kasar dan mencekik leher korban sebanyak 3 kali. Ditempat lokasi wisata lubang buaya, di Desa Morela itulah, pria pengangguran Morela tersebut akhir memperkosa sang Mahasiswi Unpatti yang sedang menjalankan KKN di Desa tersebut.
Pelaku F.T disangkakan dengan pasal 285 KUH Pidana dengan hukuman penjara selama 12 tahun. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top