Maluku

Barang Berharga Wanita Ini Raib di Mesin X Ray Bandara Pattimura Ambon

Ilustrasi pemeriksaan di mesin X Ray
Ilustrasi Pemeriksaan barang penumpang di mesin X Ray Bandara

Ambon,Maluku– Barang berharga milik Resdianti Impi hilang tak berbekas di Bandara Internasional Pattimura Ambon, Rabu (21/2/2018) lalu sekitar pukul 06.30 WIT.

Kepada INTIM NEWS di Mapolres P.Ambon dan Pp.Lease, Jumat (23/2/2018) sumber yang juga merupakan kerabat korban mengungkapkan, kronologi kejadian berawal saat korban bersama keluarga ke bandara Pattimura ambon untuk mengantar ayahnya yang sakit.

Sesuai SOP yang berlaku di penerbangan sipil, korban menitipkan barang-barang bawaan antara lain 3 unit hp, masing-masing 1 unit hp j2 warna hitam, 1 unit hp j2 prime kondom warna hitam, 1 unit hp oppo a37 warna rose gold terdapat stiker warna biru, 1 buah tas rajut warna ungu tua.

Barang-barang bawaan korban dititipkan kepada petugas avsec angkasa pura 1 Ambon berinisial A.B.N yang saat itu memasukan barang korban ke dalam wadah kotak warna biru.

Setelah korban menitipkan ke petugas avsec, korban menuju ke pintu pemeriksaan kemudian berdiri dekat rolling bok x ray. Setelah menunggu barang bawaan tidak pernah keluar dari rolling box x ray.

Korban barang hilang

Korban, Resdianti Impi

Karena tidak kunjung keluar, korban pun mengonfirmasi ke petugas, namun pihak avsec terkesan tidak bertanggung jawab.

Anehnya, ketika korban mengecek ke ruang CCTV untuk meminta memutar ulang seluruh peristiwa yang terjadi disekitar kawasan X Ray,  pada pukul 06.46 menit masih terlihat aktivitas di pintu masuk namun CCTV pukul 06.45.wit – pukul 07.00 wit (waktu dimana korban menunggu barang bawaan) ada kurang lebih 6 menit frame gambar yang hilang. Ada kecurigaan peristiwa tersebut telah dihapus.  Seluruh aktifitas baru terlihat pada CCTV adalah peristiwa pukul 07.08 wit.

Setelah mempertanyakan kejnggalan tersebut, salah satu pimpinan avsec, S.S menyatakan bahwa pada waktu tersebut CCTV yang menyoroti kawasan X Ray sementara mengalami gangguan teknis. Dia juga mempertanyakan apakah hal tersebut terjadi pada CCTV pada lokasi lain, namun dijawab hanya CCTV yang memperlihatkan lokasi pemeriksaan X Ray saja yang bermasalah.

Korban mencurigai ada indikasi menghilangkan jejak tindakan tersebut dengan menghilangkannya rekaman video waktu tertentu.

Pihak avsec angkasa pura 1 terkesan mengalihkan kesalahan ke penumpang yang lain seolah olah pada saat penitipan barang, ada penumpang yang lain yang beriringan dengan korban. Mereka pun menduga penumpang tersebut yang mengambilnya.

“Padahal ini sudah dijelaskan korban kronologisnya bahwa pada saat penitipan tidak ada penumpang lain hanya korban dengan saksi IFA ARIANI TUANAYA dan ARI,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, Kamis (22/2/2018) korban menyambangi Polres P.Ambon dan pp.Lease untuk melaporkan peristiwa itu. Laporan korban teregister dengan nomor : LP/111/II2018/Maluku/Res Ambon. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com