Hukum & Kriminal

Aniaya Adik Kelas Pakai Batu, Siswa Sekolah Kejuruan di Ambon Dipolisikan

Pegang Batu

Ambon,Maluku- Seorang siswa kelas 2 Sekolah Menengah Kejuaruan (SMK) Negeri 1 Ambon,dengan inisial J.O.T.A, dihajar kakak kelasanya, hingga babak belur.

Informasi yang dihimpun, Intim News dari Laporan Polisi, yang teregister dengan nomor: LP/ 62/I/2018/Maluku/Res Ambon, di ruangan Humas Mapolres P.Ambon dan P.p. Lease, Sabtu (3/02/2018), menjelaskan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku N. D. S (19 tahun), seorang siswa SMK 1 Ambon kepada korban J.O.T.A yang adalah adik kelasnya itu terjadi pada, Selasa (30/01/2018), sekitar pukul 14.00 WIT (jam 2 siang).

Kronologi kejadiannya berawal ketika korban yang saat itu sedang berdiri bersama dengan teman-temannya di depan Cafe Panorama, tiba-tiba didatangi oleh pelaku yang tanpa berbicara langsung menghajar korban menggunakan batu yang digenggam oleh pelaku. Korban yang terkana pukulan batu oleh pelaku akhirnya tersungkur di jalan depan Cafe Panorama dengan bercucuran darah. Darah mengucur keras dari kepala korban akibat terkena hantaman batu yang dilakukan oleh pelaku.

Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kepala, lebam dan bengkak pada tangan kiri dan pipi kiri korban.

Korban yang merasa dianiya oleh pelaku akhirnya pulang ke rumahnya di Batu Meja RT 003/RW 004, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, dan melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku N. D. S, kepada ibunya.

Mendengar laporan dari korban serta melihat kucuran darah yang mengalir dari kepala korban membuat, M.A (37 tahun), ibunya bersama korban mendatangi Polres P.Ambon dan P.P.Lease, pada Rabu (31/01/2018), sekitar pukul 13.00 WIT (jam 1 siang), untuk melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku N. D. S.

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku N. D. S, kepada korban J.O.T.A, diganjar dengan pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

Selain itu, Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease, yang dikonfirmasi Intim News diruangan kerja, mengatakan, pihak PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease telah mengirimkan surat kepada pelaku untuk diperiksa dalam kasus penganiayaan tersebut. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com