Kota Ambon

Alih fungsi Pasar Tagalaya, Latumeten Tuding Oknum Pemkot Cari Untung

M Arlis Lisaholet/Ameks
Renovasi bangunan Pasar Tagalaya hampir rampung. Diharapkan bangunan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagaimana mestinya.

AMBON, MALUKU- Pasar Tagalaya yang terletak di kecamatan Nusaniwe, kini sudah dialih fungsi sebagai tempat parkir kendaraan roda empat.

Diduga pengalihan fungsi pasar tagalaya sebagai lahan parkir, di beking pegawai Pemerintah Kota Ambon yang berlagak seperti preman.

Anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, Jusuf Latumeten menyayangkan kondisi pasar tagalaya saat ini. Anggaran yang dikucurkan miliaran rupiah dari kas daerah untuk pembangunan renovasi ternyata mubasir.

Pasar tagalaya yang mestinya menjadi pusat perekonomian rakyat, kini diubah sebagai lahan empuk oknum pegawai pemkot yang memanfaatkan lantai dasar pasar sebagai lahan parkir.

“Coba wartawan turun dan liat sendiri. Pasar itu sudah jadi lahan parkir. Bahkan ada mobil pemerintah yang jadikan pasar tagalaya sebagai garasi pribadi. Memang tidak gratis. Ada bayaran kepada oknum tertentu. Bagi saya, ini perlu disikapi secara serius oleh Pemkot,” ungkap Jusuf Latumeten kepada wartawan, Selasa (27/02) kemarin di gedung DPRD Kota Ambon.

Menurut politisi partai Demokrat ini, pemkot jangan tutup mata dengan kondisi ini. Khususnya Sekretaris Kota Ambon, A.G Latuheru agar tegas terhadap bawahannya yang mengambil untung dari lahan parkiran kendaraan roda empat ini.

“Saya kira harus ada sikap tegas. Pertanyaannya, uang parkiran tersebut masuk ke kantong siapa. Lalu kenapa pasarnya di rubah menjadi lahan parkir? pemkot harus jawab itu,” tegasnya.

Latumeten mendorong komisi II untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi pasar tagalaya saat ini.

“Saya kira komisi II harus turun. Pihak-pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan pasar taglaya harus dipanggil,” tutupnya. (IN-08)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top