Buru

18 Tahun Daerahnya Termarjinalkan, PEMKAB “Serbu” Kantor Gubernur Maluku

PEMKAB

Ambon,Maluku – 18 tahun sudah Kecamatan Batbual dan Waeyapo, Kabupaten Buru merasa termarjinalkan oleh sentuhan pembangunan di Maluku umumnya dan Kabupaten Buru khususnya.

Infrastruktur penopang perekonomian rakyat semisal jalan dan penerangan sudah tak lagi dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat kedua kecamatan yang ada di salah satu pulau tebesar di Maluku itu.

Demikian materi yang disampaikan dalam orasi Pergerakan Mahasiswa Kecamatan Batabual di depan Kantor Gubernur Maluku, Senin (26/2/2018).

PEMKAB2

Dalam Demonstrasi yang dikoordinir oleh Ramli lapandewa itu, pihaknya menuding Pemerintah hanya menjadikan 5 kecamatan (Waeapo,Waelata,Lolong Guba,Teluk Kayeli dan Batabual) sebagai wahana eksploitasi para politisi dan pemerintah untuk mengeruk keuntungan sebesar besarnya.

Iming-iming untuk memberikan infrastrutur yang memadai pernah terlontar dari Bupati Buru pada 2014 lalu melalui 100 hari kerja. Namun hal tersebut hanya isapan jempol belaka. Faktanya sejak dimekarkan, 5 Kecamatan di Kabupaten penghasil emas itu, mengalami keterbelakangan pembangunan.

Tak hanya itu akses penerangan hingga kini belum juga dirasakan secara maksimal oleh masyarakat pesisir selatan Kecamatan Batabual. Tahun 2014 telah ada akses penerangan di kawasan itu, tidak semaksimal kecamatan Batabual. Masyarakat setempat hanya dapat menikmati penerangan listtrik hanya dua kali dalam sebulan.

Olehnya itu, pihaknya berharap agar Plt Gubernur Maluku (Zeth Sahuburua) untuk memperhatikan jalan lintas kecamatan batabual yang berstatus jalan provinsi untuk dinaikan ke jalan nasional. Pihaknya juga meminta agar PT PLN Persero (Wilayah Maluku dan Maluku Utara) dapat memperhatikan akses penerangan di daerah itu.

Dalam aksi itu, sempat terjadi dorong dorongan antara pengunjuk rasa dengan Sat pol.PP Provinsi Maluku. Tak selang beberapa lama kemudian, Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahubura turun menemui para pengunjuk rasa. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top