Maluku

Umar Key : Kedepankan Pela Gandong Dalam Pesta Demokrasi

Umar Key

AMBON, MALUKU – Ketua Umum Front Pemuda Muslim Maluku Umar Key, menghimbau sekaligus menegaskan kepada para kandidat yang mengambil bagian dalam pesta demokrasi lima tahunan yakni pemilihan kepala daerah, dalam hal ini pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023 agar kedepankan Pela-Gandong dalam proses tersebut.

“Saya ingin sampaikan buat para kandidat, kita kedepankan pela gandong di dalam pesta demokrasi. Saya yakin, pela gandong itu tidak luput dari kita semua yang ada disaat ini,”pintanya, Rabu (10/01/2018).

Pela gandong adalah sebuah tradisi dan kearifan lokal masyarakat Maluku, yang juga menjadi nafas serta identitas masyarakat Maluku. Untuk itu, mengedepankan pela dan gandong dalam proses berdemokrasi baik adanya. Mengedepankan kearifan lokal Pela dan Gandong dalam Pilgub Maluku, juga Pilkada di daerah lain (Di Maluku-Red) dapat meminimalisir gesekan yang dibuat oleh orang orang yang tidak bertanggungjawab.  Menghindari  Politik Identitas (SARA) harus dilakukan oleh para tokoh yang bertarung dalam bursa Pilkada Maluku, pasalnya memberikan pendidikan politik yang sehat kepada masyarakat adalah hal yang harus dilakukan oleh para peserta Pilkada yang ada di bumi bertajuk Al Mulk ini.

Sebutnya, Pak Assagaff dan Bang Murad adalah dua kandidat yang sangat aktif di organisasinya. Tanpa kedua tokoh itu, sebutnya organisasinya takan memiliki popularitas di Jakarta.

“Akan tetapi, setiap bertanding ada kalah dan menang. Saya minta kedua orang tua Saya (Assagaff Dan Murad-red) bahwa Saya Berdiri diantara salah satu. Harus bertanding secara sportif, meminta maaf sebagai Ketum kepada Bang Murad, bahwa Saya Berdiri di pihak Petahana. Saya bersama Petahana sejak Beliau menjadi Wagub. Karena beliau komitmen dalam setiap janji,”ucapnya.

Dirinya menyesalkan, di 11 Kabupaten/ kota ini , setiap berpesta Demokrasi pasti ujung-ujungnya Agama.

“Saya mohon sebagai Ketua organisasi Islam. Saya ingin menyampaikan kepada teman-teman 11 kabupaten/ kota,jangan sampai ada yang memanfaatkan moment ini, untuk kepentingan sesaat lalu ujung-ujungnya Agama menjadi korban. Saya mohon jangan ikuti DKI kemarin. Tahun 1998 sudah membuat kita terpecah belah. Jangan ada lagi seperti itu, “pinta Umar.

Umar berharap, pemimpin Maluku siapa saja, buka lapangan kerja yang banyak. Harus buka ruang agar investor masuk ke Ambon.

” Saya mau tegaskan bahwa laut kita menghasilkan miliaran bahkan triliunan setiap tahunnya. Saya minta Pak Gubernur jangan tutup mata, tutup hati, jangan ada dusta diantara kita. Orang mau usaha ikan di Maluku harus bangun Kantor. Supaya meresap karyawan dan ada pajak masuk daerah. Supaya menguntungkan daerah. Saya berharap Pak Assagaff pada periode ini jangan lihat karyawan saja, Tapi Hasil laut harus di kelola. Saya yakin bahwa Pak Bib punya adat dan agama. Kami orang Maluku ini dijuluki Al Mulk,daerah raja-raja. Saya hadir di sini sebagai putra Maluku,”tambahnya. (IN-06)

     

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top