Militer

Pencetus Program Emas Hijau dan Emas Biru di Maluku, Calon Kuat Pangkostrad

Pangdam XVI Pattimura

Jakarta – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Edy Rahmayadi menanggapi calon kuat yang disebut bakal menggantikan dirinya yaitu Mayor Jenderal Doni Monardo. Menurut Edy, Mayjen Doni adalah orang yang berprestasi. “Saat ini (Doni) nomor satu di leting saya,” katanya pada sebagaimana dilansir Tempo, Ahad, 31 Januari 2017.

Edy mengatakan soal penggantinya ia serahkan sepenuhnya pada Kepala Staf Angkatan Darat.”Nanti dulu, nanti tanya sama KSAD,” ucapnya.

Namun menurut Edy, orang yang paling tepat untuk menggantikannya ialah perwira yang berasal dari Kostrad. “Kriteria pengganti saya harus orang Kostrad, harus terkualifikasi orang Kostrad, kalau dari orang Kostrad pasti sudah tahu kerjanya Kostrad,” tutur Edy.

Adapun Doni Monardo saat ini menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi (Pangdam Siliwangi). Sebelumnya ia merupakan Pangdam XVI Pattimura yang juga merupakan tokoh pencetus program Emas Hijau dan Emas Biru di Maluku. Doni Monardo juga pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) serta Komandan Pasukan Pengamanan Presiden atau Dan Paspampres.

Nama Doni Monardo disebut sebagai calon kuat pengganti Edy Rahmayadi oleh Guru Besar yang juga pengamat militer dari Universitas Pertahanan, Salim Said.

Kursi Pangkostrad akan kosong setelah Edy Rahmayadi mengajukan surat pensiun dini. KSAD Jenderal Mulyono mengatakan sudah menyetujui pensiun dini Edy. Edy Rahmayadi mengajukan pensiun dini untuk maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018.

Mulyono mengatakan tidak masalah dengan keinginan Edy Rahmayadi yang ingin menjadi Gubernur Sumatera Utara. Dia menuturkan proses pengajuan pensiun dini Edy sudah sampai padanya. “Tinggal ke Panglima,” ucapnya.

Edy Rahmayadi berujar, terkait dengan jabatan sebagai Pangkostrad, tongkat komando akan diserahkan ke KSAD jika saat mendaftar nanti belum ada penggantinya. Kalau sudah ditunjuk siapa Pangkostradnya, ia melanjutkan, baru akan sertijab. “Begitu aturannya di TNI,” kata Edy. (IN-Web)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top