Kota Ambon

Kelompok Pemuda Kudamati Rusuh, Apkam dan Pemkot Cari Solusi Damai

Apkam

Ambon,Maluku- Tak ingin kisruh antara dua kelompok pemuda di kawasan Kudamati berlanjut, pihak aparat keamanan (Apkam) dan Pemerintah Kota Ambon mencari jalan damai terhadap kedua kubu (Pemuda Lorong Sinar dan Pemuda Lorong Lamar Mayat serta Pemuda Lorong SPK).

Olehnya itu,  Kamis (4/1/2018) sekitar  pukul 11.30 Wit, bertempat  di  Gedung  Gereja  Sinar, TNI dan POLRI melakukan rekonsiliasi kelompok pemuda yang bertikai diantaranya  warga lorong   Sinar, lorong Kamar Mayat dan lorong SPK.

Turut  hadir dalam rekonsiliasi itu, Kapolsek  Nusaniwe,  Iptu S Lewerisa, Danki Satgas Yonif RK 732/Banau  Lettu inf Danang, Babinsa  Kel.  Benteng, Serda   Richard Renjaan, Babinkamtibmas Kel. Benteng, Brigadir Rein Toisuta, Lurah Benteng Cornelis Watimena, Pendeta Gereja sinar Ny Ola De bel, Pendeta Gereja Eden Ny. Fany Lailossa, Ketua RT lorong Sinar, Kmr Mayat, dan SPK. Warga yang bertikai kurang lebih sekitar 160 orang.

Pada kesempatan itu, Kaposek berharap adanya kerja sama antar orang tua dan para  Ketua RT  untuk  memberikan arahan kepada warganya untuk tidak melakukan pesta miras di tempat atau pangkalan ojek.  Dirinya juga berharap agar anggota  Polmas yang  telah di bentuk oleh pihak kepolisian,  berfungsi untuk membantu kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan.

Sementara  Lurah Benteng menegaskan kepada para Ketua RT agar dapat menjaga dan menghimbau warganya untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran kelompok pemuda, serta bersama mencari solusi terhadap masalah yang sementara dihadapi.

Pemkot Bahas Penanganan Konflik Kelompok Pemuda di Kudamati

Pemkot Rapat

Sedangkan Pemerintah Kota Ambon,   Kamis  (4/1/2018) sekitar  pukul,  17.00  Wit,  bertempat  di ruang  rapat  Sekot  Ambon,  Lantai  II   Gedung   A,  Balai  Kota  Ambon,  dilaksanakan  rapat dalam rangka membahas  solusi dan  penanganan  yang  tepat  serta  langkah  –  langkah  Preventif  guna  mengantisipasi    meluasnya  konflik  di  Kel.  Kuda  Mati  dan  Kel.  Benteng.

Rapat yang  dipimpin  oleh  Sekretaris  Kota  Ambon, A.G. Latuheru,  SH. menyimpulkan penyebab dari rentetan aksi kekerasan kelompok pemuda di Kel. Kudamati dan Benteng sebagai akibat dari   Miras,  kurangnya  pengawasan  terhadap  pendatang  baru,  dan   tidak  tertibnya  rumah -rumah  kos. Olehnya itu, Pemerintah Kota Ambon dalam waktu dekat akan membuat Ranperda terkait Minuman Keras, menerbitkan  peraturan   tentang  ketentuan  rumah  Kos serta  penghuninya. Lurah  dan  para  Ketua  RT diwajibkan mendata  setiap warga/pendatang  baru  di  wilayah  masing -masing.

Rapat itu dihadiri oleh, Kabag  Hukum  Sekot  Ambon,   Jhon. S,  Camat  Nusaniwe,  Drs,  R,J.  Talakua,Kapolsek  Nusaniwe,   Iptu.  S.  Lewerissa,  Bati  Tuud  Koramil   06/Nusaniwe,  Pelda. Thomas. P, Sekretaris  Klasis  P. Ambon.  Pdt. Ny. D. Gaspersz, Ketua Majelis  Jemaat  Nehemia,  pdt. R,A. Parera, Perwakilan  jemaat  Gereja  Sinar,  Jhon  Leatomu, Lurah  Kuda Mati,   Drs. A. Mintik, Lurah  Benteng ,  C.  Wattimena, Babinsa  Kel,  Benteng,  Srd. R.S. Renjaan, Babinsa  Kel.  Kudamati,  Srd. J. Latuputty, Babinkamtibmas  Kel.  Benteng,  Brigpol.  Toisuta, Perwakilan   Pol. PP,   J. P. Lopies. (IN-01/IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top