Maluku

Gubernur: Pewarisan Sejarah Kadang Dominasi Kekuatan Politik Tertentu

Gubernur Maluku

AMBON,MALUKU – Gubernur Maluku Said Assagaff menyebutkan, terkadang kelemahan pewarisan sejarah karena didominasi oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu.

Pernyataan Gubernur Assagaff tersebut, disampaikannya pada acara peletakan batu pertama makam salah satu penyiar agama Islam di Maluku, khususnya di tanah Uli Hatuhaha, yaitu Upu Marabali, Sabtu (20/1/2018).

“Salah satu dari kelemahan pewarisan sejarah adalah ketika sejarah ditulis dan diwariskan, lebih didominasi oleh kekuatan-kekuatan politik tertentu,” ujar Assagaff.

Lantaran itu, dia katakan, sejarah bangsa ini, misalnya sejarah penyiaran Islam di Indonesia, lebih banyak dikuasai oleh narasi-narasi besar, atau cerita-cerita besar di tanah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan sebagian di Sulawesi.

“Cerita sejarah katong di Maluku dan beberapa daerah lainnya, hanya menjadi narasi-narasi kecil yang nyaris tenggelam oleh arus zaman. Termasuk sejarah penyiaran Islam di Maluku oleh Upu Marabali,” tandas.

Peletakan BatuItu sebabnya, Assagaff berharap, semoga saja peletakan batu pertama salah satu penyiar Islam terbesar di Maluku, yang ada di Negeri Kailolo ini, bisa membuat kita mengenang, dan bisa menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah heroisme Upu Marabali dalam penyiaran Islam dan peletakan dasar-dasar peradaban negeri Jazirata Al Mulk ini.

Dia katakan, sangat tepat waktunya meniru nilai-nilai kejuangan dan dan keteladanan dari seorang ulama besar dan pejuang seperti Upu Marabali, di jaman sekarang ini, atau yang oleh para anak muda disebut zaman now, di tengah meruaknya pewarisan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya ketimuran kita saat ini.

Adapun hal-hal yang paling merusak generasi muda kita ke depan, yang harus kita jaga di Negeri Kailolo ini, disebut Assagaff, perlu dihindari, antara lain masih maraknya minuman keras, masih maraknya perjudian. Ini yang dinilainya sudah harus dihilangkan dari negeri yang mubarak ini.

“Karena itu beta berharap melalui moment peletakan batu pertama ini, mari basudara jantong hati, katong kalesang negeri ini. Katong perkuat silaturahim, hubungan basudara antara katong samua sebaik mungkin. Jangan menghancurkan negeri ini karena kepentingan-kepentingan sesat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Assagaff mengajak warga setempat, dengan bekal sumber daya alam yang dimiliki negeri tersebut, semuanya bergandeng tangan, membangun negeri ini sebaik mungkin.

“Mari bangun negeri ini, mulai dari membangun kualitas sumber daya manusianya. Banyak politisi handal dari negeri ini. Banyak birokrat yang baik dari negeri ini. Banyak pelaku usaha dari negeri ini yang akan muncul di kemudian hari yang akan kita bimbing, demi kesejahteraan masyarakat di negeri yang terhormat ini,” paparnya.

Menyinggung tentang tahun politik 2018, dengan pelaksanaan Pilkada yang tinggal beberapa bulan lagi ini, Assagaff meminta seluruh lapisan masyarakat, untuk tetap menjaga pertalian sejati Hidup Orang Basudara di Maluku, dengan mewujudkan pilkada yang berkualitas, dan pilkada yang berdemokratis.

“Karena pilkada merupakan pesta rakyat, maka rakyat harusnya bergembira. Jadi saya minta jika ada yang mencoba mengintimidasi warga, supaya dilaporkan kepada pihak yang berwewenang,” tegasnya.(IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top