Politik

“Dipecat” OSO, Ayu Hasanussy : Pimpinan Saya Daryatmo, Bukan OSO

Ayu Vs OSO

AMBON,MALUKU- Ketua DPD Hanura kubu Jenderal Daryatmo Ayu Hasanussy menegaskan bahwa pimpinannya sekarang adalah Jenderal Daryatmo, bukan Oesman Sapta Odang (OSO). Ketegasan ini disampaikannya usai memimpin rapat internal Partai Hanura Maluku bersama 10 Ketua DPC Hanura Maluku minus Ketua DPC Hanura Maluku Tenggara.

“Jadi, AD /ART itu menjadi rujukan pada partai mana pun. Kita Hanura juga punya AD/ART.Kita telah memenuhi quorum melaksanakan Munaslub di Jakarta pada tanggal 18 Januari kemarin dan telah memutuskan untuk memberhentikan Pak OSO. Jadi sekarang jika Pak OSO mau memberhentikan Saya sudah terlambat. Pak OSO tidak punya hak memberhentikan Saya. Karena Saya punya pimpinan bukan Pak OSO. Saya punya pimpinan kepada Pak Daryatmo dengan pembina Pak Wiranto. Pak OSO itu, Ketua Hanura yang sudah dipecat oleh quorum Hanura melalui Munaslub. Silahkan mau bikin apa. Mau pecat Saya silahkan buat kantor sendiri, mau memecat dan keluarkan Saya Dari Hanura,ini Saya punya. Saya bukan punya atasan buat Pak OSO. Atasan Saya Jendral Daryatmo,”tegas Hasanussy,Senin (22/01/2018) di Kantor DPD Hanura Maluku.

Tuturnya, dualisme kepemimpinan itu di Jakarta.Sudah tentu berimbas kepada kota. Yang pasti kata dia,dari 11 DPC Kabupaten/ kota di Maluku, 10 DPC loyal dan sampai hari ini baru selesai rapat, semua tetap berada satu barisan dengannya.

Disinggung terkait SK tandingan untuk pembatalan ,dirinya akui sementara menunggu SK kubu Daryatmo keluar,untuk pembatalan itu.Menurutnya, satu dua hari ini sudah ada.

“Dualisme, tidak berpengaruh terhadap rekomendasi yang telah dikeluarkan kepada paslon yang diusung oleh Hanura. Hanya DPC kabupaten Malra yang disebelah. Kita ini pendiri Hanura. Saya tidak perlu menanggapi DPC diluar. Urusan Saya mengamankan 10 DPC. Rencana musdalub oleh Plt kubu Pak OSO silahkan buat. Saya ini diangkat melalui Musda, dan diberhentikan juga melalui Musda atau musdalub,itupun kalau Saya punya kesalahan melanggar AD /ART.Musdalub yang akan dilaksanakan itu ilegal dan tidak quorum, karena harus dihadiri oleh Ketua, Sekretaris dan Bendahara,”kecamnya.

Diakuinya,DPC sendiri yang menyatakan sikap. Kalaupun SK Menkumham nantinya mengesahkan kepemimpinan Pak OSO, itu resiko politik.

“Jika SK Menkumham sahkan kepengurusan Pak Oso ,itu resiko politik. Saya tetap di Pak Daryatmo. Anda catat, bahwa sipol KPU itu tidak bisa diganti. Sipol kalau verifikasi tetap Saya Ketua, Sekretaris Ibu Temy, Ketua kota misalnya Ahmad Ohorella Dan Ayub Leasa. Salah satu DPC yang tidak lolos saja itu Hanura rata dengan tanah. Apalagi 27 yang kita dukung Munaslub,”tandas Ayu.

Sementara itu, dikonfirmasi INTIM NEWS, Plt Ketua DPD Hanura kubu OSO Wahab Talaohu menerangkan, kalau yang benar itu, DPD Hanura Maluku sikap politiknya ada di Bambu Apus, dalam hal ini Ibu Ayu Hasanussy. Dari 11 DPC sejak awal itu dua DPC ada di kubu Pak OSO, melalui SK Menkumham.

“Tugas pokok Saya sebagai PLt adalah menjalankan perintah partai,menyiapkan musdalub dan muscalub.Tapi,tentu dengan kewenangan Saya sebagai PLt DPD Maluku,yang Saya kedepankan adalah pendekatan persuasif.Artinya, sesuai dengan perintah Ketum,silahkan sahabat-sahabat yang ada di DPC,yang ada di kubu sana,mereka ini kan tidak bersalah.Mereka ini kan pejuang- pejuang partai di daerah.Perintah Ketum,kita ajak mereka kembali ke rumah besar kita partai Hanura ke jalan yang benar,”pinta Talaohu.

Dirinya menerangkan,yang diganti dalam forum musdalub itu adalah nantinya ketua DPD.Ketua-Ketua DPC belum ada Plt.Semua tergantung sikap mereka apakah akan tetap bersikukuh ada di sana atau mereka akan kembali ke rumah besar sesuai/sejalan dengan apa yang Ketum minta.

“Kan diakui Menkumham adalah kubu Pak OSO.Sah, itu negara mengakui.Jadi tentu logika atau konstruksi berpikirnya, kita adalah yang diakui oleh negara ,kita yang sangat siap secara konstitusi.Kita berharap kawan-kawan DPC segera kembali ,mereka itu bagian dari korban .Karena, keterbatasan informasi mereka,kami anggap seperti itu.Sebagai PLt Saya yakin,kawan DPC itu orang yang cerdas dan rasional, tentu mereka akan mengambil keputusan yang cerdas juga.Saya yakin mereka akan kembali.Dan konsolidasi itu sedang kita lakukan.Komunikasi politik itu sedang kita lakukan dengan DPC,”terangnya.

Dirinya menegaskan,jika sikap mereka tetap bersikukuh tetap ada di kubu Ibu Ayu Hasanussy,itu hak politik mereka yang harus juga kita hargai tapi, konsekuensi politik yang mereka harus terima adalah di Plt.

Kata Dia,sebagai Plt,meminta mereka kembali dan dirinya garansikan mereka kembali dengan komitmen dan mencabut dukungan ke pihak sana serta memberikan dukungan penuh dengan jujur kepada ketum terpilih,maka mereka tidak boleh di Plt oleh Ketum.

“Saya jamin ada garansi jika mereka kembali,tidak akan di Plt.Tapi jika mereka membangkang,jalan yang paling terburuk buat mereka adalah Plt.Namun, Plt adalah pilihan paling terakhir ketika tawaran baik dari kami, mereka respon tetap ada disana,”ujar Talaohu.

Diketahui,sejauh ini belum ada komunikasi dengan Ayu Hasanussy.Ia katakan Ibu Hasanusi baik,dia kakak saya,saya inikan adik.

“Ibu Ayu sudah memilih sikapnya sejak awal bahkan, dari sekian data yang dimiliki DPD Hanura kubu Pak OSO ,ibu Ayu dan informasi dari bawah Ibu Ayu salah satu motor penggerak untuk mosi tidak percaya,terhadap Ketum.Tentu sikap Ibu Ayu sudah sangat tegas ada disana .Agak repot juga kalau Saya mengajak beliau kembali itu kan basa-basi.Saya tidak terbiasa basa-basi politik,”tandasnya. (IN-06)

Baca juga : OSO Depak Ayu Hasanussy dari Ketua DPD Hanura Maluku

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top