Maluku

Diduga Selingkuh Dengan Suami Orang, Oknum Guru Honorer Dianiya

Saling jambak

Ambon, Maluku – Diduga berselingkuh dengan suami orang, F.M.T (36 thaun), yang berprofesi sebagai guru honorer pada salah satu sekolah dasar (SD) di Kota Ambon, dianiaya hingga babak belur oleh Y.A, seorang ibu rumah tangga, Warga, Skip Jembatan Putih, Kecamatan Sirimau Kota Ambon, Kamis (25/01/2018) sekitar pukul 16.00 WIT (Jam 4 sore).

Informasi yang di himpun Intim News, dari Laporan Polisi, di Mapolres P.Ambon dan P.P.Lease, Selasa (30/01/2018), kejadian berawal ketika  suami pelaku, M.L (37 tahun) diduga menjalin hubungan terlarang dengan korban.

Korban yang saat itu pulang dari sekolah menjumpai M.L suami pelaku yang bekerja sebagai karyawan di sebuah tempat foto copy di kompleks rumah Sakit TNI (Kesdam). Sesampainya korban di tempat kerjanya, M.L, korban hendak mengcopy sejumlah surat-surat miliknya itu, langsung dilayani oleh M.L. S

Jelang beberapa menit, istri M.L yang mengetahui korban sedang bersama suaminya itu, mendatangi M.L bersama dengan mertuanya. Melihat istrinya datang bersama dengan mertuanya, M.L kemudian memberitahu kepada korban katanya “Mama dengan Yolanda (Pelaku) ada datang ” .

Korban yang diduga menjalini hubungan  bersama dengan M.L, akhirnya  menghindar dan mencoba bersembunyi. Namun hal itu akhirnya dapat diketahui oleh istri M.L, sehingga istri M.L akhirnya langsung menghardik korban dengan kata Lonte dan langsung membuka pintu kaca tempat foto copy suaminya, dan langsung menjambak rambut korban dan menarik korban keluar tempat foto copy.

Tidak hanya menjambak rambut korban, pelaku juga memukul korban dengan kepalan tangan kearah leher  bagian kiri korban dan juga bagian pelipis korban. Akibatnya korban yang mengalami rasa sakit pada bagian leher dan pelipis karena terkena pukulan dari pelaku. Akhirnya korban mendatangi  Mapolres P.Ambon dan P.P.Lease, Jumat (26/01/2018) sekitar pukul 12.15 WIT (Jam 12 siang) dan melaporkan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku.

Laporan korban ke Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres P.Ambon dan P.P.Lease tersebut, teregsiter dalam Laporan Polisi, nomor : LP/52/I/2018/Maluku/Res.Ambon.

Selain itu Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease yang dikonfirmasi Intim News diruangan kerjanya, mengatakan pihaknya belum menerima laporan Polisi mengenai kasus penganiayaan tersebut.

“ Penyidik PPA Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease belum menerima Laporan Polisi dari Unit SPKT, sehingga kasus ini belum  ditangani oleh PPA Polres P.Ambon dan P.P.Lease,” Tutur Penyidik PPA. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top