Maluku

BNNP Maluku Gelar Pelatihan Anti Narkoba Bagi Para Guru Di Kota Ambon

BNNP1

Ambon,Maluku- Peranan dunia pendidikan dalam mendidik dan membentuk perilaku serta moral generasi muda di Maluku agar terhindar dari penyalahgunaan Narkotika,terus digalakan oleh para pendidik (Guru) yang ada di setiap sekolah di Kota Ambon.

Olehnya itu,untuk membekali para pendidik di setiap sekolah yang ada di Kota Ambon, dalam membentuk moral dan karakter generasi muda di Maluku, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku melalui Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M), menggelar pelatihan penggiat anti narkoba bagi lingkungan pendidikan, yang berlangsung di Hotel Marina, Ambon, Selasa (16/01/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol Drs A.Rusno Prihardito, dan melibatkan sekitar 50 orang Guru dari 39 sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang ada di Kota Ambon.
Kepala BNNP Maluku,Brigjen Pol Drs A.Rusno Prihardito kepada Intim News, Selasa (16/01/2018), mengatakan seiring dengan perkembangan dunia yang semakin canggih dengan trknologi informasi,pembentukan karakter dan moral generasi muda yang ada di Maluku agar terhindar dari penyalah gunaan narkoba dimulai dari dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan, melalui pendidikan, dan bimbingan seorang Guru mampu memberikan pengetahuan yang baik bagi genasi muda, baik itu mengenai tata cara berperilaku yang baik dalam pergaulan, maupun tentang hal-hal positif yang berguna bagi masa depan sebagai seorang generasi muda bangsa.

BNNP2

” Berbagai informasi mengenai penyalahgunaan narkoba yang ada di Indonesia, terlihat tidak sedikitnya generasi muda yang menjadi korban dan juga menjadi pengedar narkoba tersebut. Sudah tentunya penyalahgunaan narkoba dikalangan generasi muda berpengaruh pada masa depan, generasi muda itu sendiri. Semuanya berpulang pada pendidikan serta didikan dari para guru di sekolah sebagai pengarah dan fasilitaror pembentuk moral dan karakter generasi muda bangsa agar tidak terjerumus ke dalam narkoba,” tutur Brigjen Pol Rusno Prihardito

Jenderal bintang satu Polri itu ,mengungkapkan, seperti yang kita ketahui bersama sesuai dengan data prevalensi penyalahgunaan Narkoba hasil penelitian BNN-Puslitkes UI tahun 2015. Provinsi Maluku menempati urutan ke-7 Nasional dengan jumlah penyalahgunaan sebanyak 27.940 jiwa dari populasi seabnyak 1.190.200 jiwa (Prevalensi 2,35%). Hal ini tentunya sangat berdampak pada perkembangan generasi muda bangsa yang ada di Maluku yang sangat rentan terhadap penyalah gunaan narkoba.

” Untuk itulah melalui peranan penggiat anti narkoba yang dilakukan oleh BNNP Maluku diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan dari BNNP Maluku, dilingkungan pendidikan, dapat membagi infromasi yang terkini tentang perkembangan narkotika bagi sesama insan pendidikan dilingkungan pendidikan. Dapat menjadi agen dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika dilingkungan pendidikan,serta dapat membuat program/kegiatan terkait pencegahan narkoba dilingkungan pendidikan,” Harapnya.

Ditegaskannya, sebagaimana termuat dalam enam perintah Presiden RI mengenai darurat narkoba,yaitu berkaitan dengan BNN dan penegak hukum lainnnya harus bergerak bersama,bersinergi bersama dengan semua Kementerian Lembaga, katakan “Perang” terhadap bandar narkoba dan jaringan narkoba, tutuplah celah semua penyeludupan narkoba dipintu-pintu masuk,baik dipelabuhan,maupun bandara. Kampanyekan kreatif oleh semua pihak bahaya narkoba,meningkatkan pengawasan yang ketat pada Lapas dan melakukan pengecekan ke Lapas secara mendadak. Peningkatan program rehabilitasi secara efektif sehingga rantai narkoba bisa betul-betul terputus.

Selain itu, Jeni Londa, S.Pd, guru SMA Muhammadiyah Ambon, peserta pelatihan penggiat anti narkoba,kepada Intim News, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan penggiat narkoba yang dilakukan oleh BNNP Maluku bagi lingkungan pendidikan.

” Pelatihan anti narkoba yang dilakukan oleh BNN Provinsi Maluku, dilingkungan pendidikan, memberikan sebuah pengetahuan yang sangat penting dalam menunjang para guru mengenai bahaya narkoba yang perlu disikapi serius penanganan oleh para guru dalam membentuk karakter,moral dan psikologi generasi muda yang masih menekuni pendidikan di bangku sekolah agar tidak terjerumus ke dalam narkoba,”

Dirinya berharap, kepada genarasi muda yang ada di Maluku untuk tidak terjerumus ke dalam penyalah gunaan narkoba, yang berdampak pada masa depan generasi muda yang ada di Maluku. (IN-07).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top