Maluku Tengah

1 Pelaton Gabungan Amankan Pertiakaian 2 Negeri di Pulau Saparua

Ilustrasi Pengamanan Polri

Ambon,Maluku- Pasca bentrokan berdarah 2 negeri, Ihamahu dan Tuhaha, di Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Jumat (5/01/2017) lalu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah terus melakukan upaya persuasif dengan cara memediasi dan mempertemukan tokoh-tokoh adat ke dua Negeri yang bertikai untuk membicarakan proses perdamaian dua Negeri tersebut.

Kapolres P.Ambon dan P.P.Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, S.I.K, yang di konfirmasi Intim News, melalui pesan seluler, Senin  (8/01/2018), terkait dengan situasi pengamanan di dua Negeri, menjelaskan, situasi terkini dua Negeri yang bertikai di Kecamatan Saparua Timur, telah ditangani langsung oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, dengan melakukan mediasi dan kesepakatan bersama serta penandatanganan surat perjanjian Raja dari Negeri Ihamahu dan Negeri Tuhaha.

” Sudah dilakukan mediasi dan kesepakatan bersama serta penandatanganan surat perjanjian Raja dari 2 Negeri yang bertikai yang disaksikan secara langsung oleh Kapolsek Saparua, Danramil Saparua juga Pemerintah Maluku Tengah yang dihadiri secara langaung oleh Wakil Bupati Marlatu Leleury, SE,” ucapnya.

Dirinya,menegaskan, selain telah dilakukan mediasi damai dari kedua negeri yang disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah serta pihak TNI dan Polri setempat, namun untuk proses hukum bagi para pelaku pembacokan yang mengakibatkan adanya korban jiwa dari warga negeri Ihamahu akan tetap diproses oleh Polres P.Ambon dan P.P.Lease.

” Untuk para pelaku pembacokan yang mengakibatkan satu warga Ihamahu meninggal dunia dan 3 orang lainnya mengalami luka-luka akan terus diproses hukum dan untuk tindak pidana yang menyebabkan adanya korban, oleh kami Polres P.Ambon dan P.P.Lease tidak ada kata main-main dan akan terus dikejar para pelaku pembacokan dan penganiayaan warga Negeri Ihamahu. Untuk pelakunya saat ini masih dalam pemeriksaan saksi dari Warga Ihamahu maupun warga Tuhaha, walaupun Polres P.Ambon dan P.P.Lease sudah mengidentifikasi dan mengantongi nama-nama para pelaku namun masih terus dilakukan pengumpulan bukti-bukti ditahap penyidikan dan penyelidikan,” tegas Kapolres.

Lanjutnya, untuk 3 orang korban yang berasal dari Warga Negeri Ihamahu yang mengalami luka bacok dan kini masih dirawat di rumah sakit, biayanya akan di tanggulangi oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.

” Untuk menciptakan rasa aman di lokasi 2 Negeri, Polres P.Ambon dan P.P.Lease menurunkan 1 pleton personil gabungan dari Satuan Sabhara, Satreskrim dan Satuan Intel dan akan dibantu oleh 1 pleton Brimob dari Polda Maluku yang diturun ke lokasi 2 negeri yang bertikai,” Tandasnya. (IN-07).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top