Politik

Wattimena : Kebijakan Partai, Harus Diamankan

Wattimena2

AMBON, MALUKU – Pasca dikeluarkannya rekomendasi Partai Demokrat kepada pasangan Said Assagaff dan Anderias Rentanubun, sudah menjadi kewajiban seluruh kader partai untuk tunduk dan turut mengamankan pasangan yang diusung.

Demikian pula dengan Michael Wattimena, walaupun sebagai salah satu bakal calon Gubernur yang mendaftar dan tidak terakomodir , Namun dirinya menegaskan akan mengamankan apa yang telah menjadi keputusan partai.

“Apa yang menjadi kebijakan partai, itu harus kita amankan. Dan, sebagai kader, keputusan tertinggi itu adalah Majelis Tinggi partai dan Ketum serta Sekjen serta sudah keluarkan rekomendasi. Dan, sebelum dikeluarkan rekomendasi, Saya sudah dikoordinasikan, konsultasikan maka tidak ada hal kekecewaan.Tidak ada hal yang memberatkan hati Saya, untuk nanti ke depan Saya juga bisa berproses, dalam Pemilukada dimaksud. Khususnya, dalam kaitan dengan kampanye -kampanye yang akan dilakukan sesuai dengan agenda yang dikeluarkan oleh KPUD nanti,”ungkap BMW kepada wartawan, Kamis sore (30/11/2017) usai giat sehari Dirinya dalam kunjungan di Maluku.

Terangnya, pada saatnya. Partai harus kita dorong, tidak ada hal yang pada akhirnya membuat kontradiktif antara kader dengan partainya yang sudah menjadi keputusan partai itu sendiri.

“Tidak ada hal yang perlu Saya merasa kecewa karena Saya seperti begini pun juga adalah bagian dari pada dukungan partai Demokrat kepada Saya. Misalnya, Saya di DPR mendapatkan tempat yang juga terhormat sebagai pimpinan di Komisi V dan juga Komisi IV.Jadi, partai juga sudah memberikan yang terbaik bagi saya,”akuinya.

Ingat Legislator dapil Papua Barat ini, sebelum rekomendasi diberikan kepada Petahana dan Andrerias Rentanubun ,dirinya memang telah dipanggil oleh DPP untuk melanjutkan terkait dengan progres dukungan parpol dan juga terkait dengan wakil yang akan mendampinginya.

Kemudian jelasnya, waktu sudah diberikan batasan, kalau bisa partai ini juga memiliki peran yang penting dan signifikan, supaya dalam waktu dekat ,bisa mendapatkan koalisi partai dan juga pendamping yaitu calon wakil gubernur.

“Tetapi memang dalam proses yang berlangsung, Saya menyadari bahwa walaupun kita enam kursi,tetapi kita masih membutuhkan tiga kursi lagi.Dan ,proses itu memang sangat dinamis sehingga tidak mudah untuk mendapatkan dukungan partai politik. Hal ini bisa dapat Saya sadari,karena proses yang Saya lakukan, itu memang sangat terlambat. Sehingga ,Saya juga tidak terdaftar di masing-masing parpol pada saat batasan waktu yang dibuka oleh parpol dimaksud. Sehingga, pada saat DPP memanggil Saya, dan menjelaskan soal-soal seperti itu, maka Saya sebagai kader utama juga bisa dapat mengerti ,memahami karena Saya tidak mau juga partai dikorbankan. Kepentingan pribadi boleh kita korbankan ,demi kepentingan besar yaitu partai,”bebernya.

Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI ini, kalau misalnya sampai batas waktu proses yang berlangsung, juga tidak kami dapatkan ,maka itu sudah memberikan beban yang cukup berat kepada partai. Sementara, partai juga harus menentukan sikap politik terhadap dukungan yang akan diberikan .

“Itulah yang membuat kesadaran Saya ,untuk bisa dapat memahami kondisi dan dinamika yang berkembang, walaupun Saya sebagai kader utama partai Demokrat,”akuinya lagi. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top