Politik

Soal Debat Terbuka Maluku Termiskin, Assagaff “Jual” MI “Beli”

murad2

AMBON, MALUKU – Hiruk pikuk menuju pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018 sudah mulai terasa. Pasalnya, melalui berbagai isu seringkali memancing psikologi para bakal calon yang akan bertarung dalam pemilihan Lima tahunan tersebut.

Irjen Polisi Murad Ismail dengan tegasnya menerima Tantangan dari petahana Said Assagaff soal data persentase kemiskinan Maluku yang diekspose Badan Pusat Statistik. Nyatanya data ini menjadi isu hangat, juga menjadi bola liar kinerja petahana.

Respon Kakor Brimob tersebut, disampaikan oleh juru bicara Murad Ismail (MI), Azis Tunny, kepada INTIM NEWS, Selasa malam (26/12/2017). Menurut Tunny, dipastikan Pak Murad sangat siap untuk debat terbuka bersama Pak Assagaff.

“ Pak Murad selalu siap untuk debat , namun, pasti semua itu ada waktunya. Karena, debat politik ini juga telah dijadwalkan, bahkan didalam UU pemilu itu waktunya ada. Jadi, kita tunggu saja sampai waktunya tiba,” jelasnya.

Terangnya, petahana salah alamat dalam melakukan tantangan tentang debat kemiskinan di Maluku. Menurutnya , sebelum mengeluarkan statemen tantangan, petahana mestinya klarifikasi dulu dengan masyarakat.

“Petahana mulai panik, apa yang mau didebatkan tentang kemiskinan Maluku. Kita tahu sendiri, masyarakat Maluku masih banyak yang hidup susah dan jauh dari kata sejahtera, dan itu sudah terbukti dan terdata secara sah oleh Negara,” bebernya.

Tambahnya, bukan hanya itu, tantangan itu juga telah menunjukan rasa kekhawatiran yang kuat didalam kubu petahana menghadapi wacana kemiskinan Maluku yang menempati posisi tiga termiskin di Indonesia.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) itu jelas, Maluku awalnya ada di posisi empat termiskin, sekarang bukan tambah naik malah menurun di posisi tiga termiskin. Olehnya itu dengan status Maluku yang seperti ini, petahana sengaja mengundang debat guna menepis semua wacana yang ada,” ungkap Tunny. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top