Hukum & Kriminal

Polisi Grebek Tempat Penyulingan Mercury Di Malteng

arsip-berita-tambang-emas-ilegal-di-cinnabar-akan-ditutup-liyh2l4
Lokasi pertambangan Ilegal Btu Cinabar, di Desa Luhu, Kec.Huamual,Kabupaten Seram Bagian Barat

Ambon,Maluku-  Kapolsek Leihitu Barat IPTU. Richar Hahuri, S.Sos, bersama dengan Kanit Sabhara, Aiptu M.Untayana, Kanit Intelkam Aipda J.Kakisina, Kanit Reskrim Bripka J. Lekatompessy, menggrebek sebuah lokasi yang diduga sebagai tempat pengolahan dan penyulingan mercury, di Dusun Walapia, Desa Larike, Kecamatan Leihitu  Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (7/12/2017), sekitar pukul 15.00 WIT (jam 3 sore).

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Mohammad Roem Ohirat, kepada INTIM NEWS, diruangan kerjanya, Jumat (8/12/2017), menjelaskan, penggrebekan lokasi yang diduga sebagai tempat pengelolaan dan penyulingan cinabar menjadi mercury, oleh Polsek Leihitu Barat, berawal ketika Kapolsek Leihutu Barat IPTU Richar Hahuri, S.Sos bersama 3 orang personil Sat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease, bertolak dari Ambon menuju ke Dusun Wailapia, Desa Larike, Kecamatan  Leihibar, Kabupaten Maluku tengah dalam rangka tatap muka dengan warga dan Tokoh Masyarakat Dusun Wailapia terkait dengan peninjauan lokasi pembangunan SMA Negeri 3 Lehitu Barat.

Dalam kunjunganya ke lokasi pembangunan SMA Negeri 3 Leihibar tersebut Kapolsek Leihitu Barat mendapat informasi langsung dari Sekretaris Dusun Walapia, Dullah yang menyampaikan, dirinya saat mengambil kayu bakar disekitar lokasi, melihat 1 (satu) unit alat mesin penggelingan, dan sejumlah alat tabung penyulingan yang terbuat dari besi serfa  tempat pembakaran dan penyulingan.

” Melihat hal mencurigakan tersebut, Sekretaris Dusun Walapia, Bapak Dullah  akhirnya mendatangi rumah Kepala Dusun Walapia Bapak Labaeni dan menyampaikan, kalau dirinya melihat lokasi pengolahan dan penyulingan batu cinabar menjadi mercury. Setelah saksi mengecek keterangan warga Walapia, ternyata warga dusun Walapia yang diketahui melakukan aktifitas pengolahan dan penyulingan material cinabar menjadi mercury di lokasi tersebut adalah, Karimudin, La Pance, Alimun, Mukti Ali,” ungkap Perwira menengah Polda Maluku berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi.

Perwira menengah Polri,berpangkat dua melati dipundaknya itu, mengatakan,berdasarkan informasi itu, Kapolsek Leihitu Barat dan  4 orang anggota langsung menuju ke lokasi didampingi Sekretaris Dusun Wailapia selaku penunjuk jalan, saat tiba di lokasi sekitar daerah pegunungan Wailapia tepatnya di belakang SMA Negeri 3 Leihitu Barat yang berjarak kira-kira 500 Meter,  para pelaku pengolahan dan penyuliangan cinabar menjadi mercury sudah tidak berada di lokasi  pengolahan dan tidak ada aktifitas pembakaran.

” Dari pengerebekan lokasi yang diduga sebagai tempat pengolahan dan penyulingan cinabar menjadi mercury tersebut, Kapolsek Leihibar bersama 4 orang anggota Polsek Leihibar menemukan, 1 mesin penggilingan, diduga digunakan untuk menghaluskan matrial batu cinabar, 1,  tempat bakar/masak yang terbuat dari kontruksi semen dan batu bata yang panjang sekitar 3 meter, sekitar 200 bahan tabung penyulingan yang terbuat dari besi, 9 Karung matrial Batu Cinabar yang telah dihaluskan,” ungkapnya.

” Dari hasil penemuan alat-alat pengolahan dan penyulingan cinabar menjadi mercury yang digunakan oleh para pelaku, Kapolsek Leihibar langsung menghubungi personil anggota Polsek Leihibar sempat menuju ke rumah-rumah warga Dusun Wailapaia yang diduga sebagai pelaku, untuk menanyakan keberadaan para pelaku dari keluarganya. Namun dari tiap – tiap rumah terduga pelaku , sudah dalam keadaan kosong dan diduga telah melarikan diri karena terlebih dahulu telah mengetahui rumah mereka akan didatangi oleh Kapolsek dan anggota Polsek Leihibar, “Ucapnya.

Dikatakannya,  dari hasil pengerebekan anggota Polsek Leihibar membawa,barang bukti yang diamankan berupa 9 karung berisikan matrial Batu Cinabar tersebut, ke polres P.Ambon & PP.Lease guna diproses Lebih lanjut.

” Pada saat personil Polsek Leihibar dan anggota Polres P.Ambon dan P.P.Leasw hendak melakukan perjalanan kembali ke Kota Ambon bersama dengan 9 karung material barang bukti cinabar,  oleh Kepala Dusun Wailapia menginformasikan kepada Kapolsek Leihitu Barat via pesan singkat,  kalau salah satu terduga pelaku bernama Kamarudin datang ke rumah Kadus untuk meminta ganti rugi dari Sekdus Wailapia karena telah memberikan informasi pengolahan batu cinnabar kepada pihak kepolisian, sehingga material cinnabar yang telah diamankan oleh Polsek Leihibar. Kamarudin yang telah melakukan ancaman dan menyuruh Sekdus Walapia melakukan ganti rugi akibat barang bukti 9 karung cinabar telah disita oleh pihak Kepolisian, menunjukan bahwa ia adalah pelaku dan pemilik barang bukti pengolahan dan penyulingan cinabar menjadi mercury,”Pungkasnya.

Lanjutnya,setibanya anggota Polsek Leihibar bersama dengan anggota Polres P.Ambon dan P.P.Lease dari Dusun Wailapian, Desa Larike, Kecamatan Leihibar, Kabupaten Maluku Tengah dan tiba di Polres P.Ambon dan P.P.Lease, pukul 20.30 WIT (jam setengah 9 malam)  dengan barang bukti 9 karung matrial tambang batu cinnabar yang dalam bentuk siap dimasak dan dihaluskan tersebut langsung diserahkan ke unit Eksus Sat Reskrim Polres Ambon. Terhadap tindakan tersebut telah di buatkan berita acara serah terima barang bukti yang dimuat dalam Laporan Polisi oleh Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres P.Ambon dan P.P.Lease,  terkait temuan barang bukti cinabar yang teregister dalam Laporan Polisi,nomor: LP- 719/XII/2017/ Maluku/Res Ambon.

” Dengan ditemukannya tempat masak dan pembakaran beserta perlengkapan masak dan 9 karung Matrial tambang Cinnabar tersebut merupakan indikasi masih dilakukan penambangan barang tambang batu cinnabar di Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Lokasi Dusun Walapia yang sulit dijangkau  kendaraan Darat sehingga dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melakukan aktifitas pembakaran. Para pelaku telah mengetahui kedatangan pihak kepolisian sehingga tidak berada di tempat dan sempat menghilang, dan kembali ke Dusun Walapia setelah mengetahui petugas telah meninggalkan Dusun Walapia,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top