Kota Ambon

Hasil Penelitian, Ikan di Teluk Ambon Tercemar Limbah Micro Plastic ?

Gerakan bersih pantai

Ambon,Maluku- Indikasi pencemaran laut yang ada di pesisir Teluk Ambon Dalam, akibat maraknya pembuangan sampah sembarang oleh masyarakat Kota Ambon, menjadi perhatian serius dari Pemerintah Daerah baik Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi, Maluku dan kalangan generasi muda Maluku yang gencar-gencar melakukan aksi pembersihan sampah yang di pesisir pantai yang ada di Teluk Ambon Dalam.

Hal inilah yang dilakukan oleh Dosen dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Kelautan, (Himika), Fakutas Perikanan dan Kelautan Universitas Pattimura dalam aksi bersih sampah di 15 titik yang ada di pesisir Pantai Teluk Ambon Dalam, Sabtu (9/12/2017).

Rektor Universitas Pattimura,Ambon Prof.DR.M.J Sapteno, SH, M.Hum, dalam sambutannya, menjelaskan sebagai bentuk kajian ilmiah mengenai penanganan sampah yang ada di pesisir pantai Teluk Ambon Dalam, pihak Unpatti dengan Pemerintah Kota Ambon telah bersepakat untuk bersama menangani, sampah yang ada di pesisir pantai Teluk Ambon Dalam. Pasalnya berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para Dosen Peneliti dari Fakultas Perikanan dan Kelautan Unpatti, telah menemukan biota laut yaitu ikan yang didalam tubuhnya mengandung limbah micro plastik, yang membahayakan kesehatan manusia bila mengkonsumsi ikan pada 5 sampai 10 tahun, akan menimbulkan penyakit berbahaya seperti kanker darah dan penyakit mematikan lainnya.

” Sebagi seorang ilmuan yang memiliki pengetahuan dan pendidikan, seorang Mahasiwa Fakultas Perikanan dan Kelautan Unpatti, sudah seharusnya memberikan pemahaman dan pengertian yang baik kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Dominan masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan yaitu masyarakat yang berada di pinggiran bantaran sungai dan pegunungan yang sering membuang sampah ke sungai, sehingga waktu musim hujan sampah-sampah tersebut hanyut ke laut dan menyebabkan banyak masalah yang timbul akibat sampah yang hanyut kelaut tersebut,” ungkap orang nomor satu di Universitas Negeri Ternama di Bagiam Indonesia Timur itu.

Sapteno, berharap, untuk meningkatkan penilitian mengenai pencemaran laut akibat limbah sampah yang dibuat oleh masyarakat, secara sistematik dan berjenjang, diharapkan Lembaga Kemaritiman dan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpatti hendaknya melakukan penelitian secara berjenjang dan sistematis, tidak hanya dilakukan dilakukan untuk kajian penelitian terumbu karang ataupun ganggang, namun juga harus dilakukan sebuah studi penelitian tentang perilaku dari masyarakat yang merusakan lingkungan dengan sampah.

gerakan2

Selain itu, Ketua Himika, Fakultas Perikanan Universitas Pattimura, Franciska I. Titaley,kepada Wartawan di Aula Geduang Kemaritiman Dan Ilmu Kelautan, Sabtu menjelaskan, berawal dari diskusi mengenai sistem informasi kelautan dan perikanan yang dilakukan oleh Himika, sehingga gagasan mengenai aksi bersih pantai ini tidak hanya dilakukan untuk pembersihan sampah yang ada di pesisir pantai Teluk Ambon Dalam, namun bagaimana memberikan pengetahuan kepada Himika,Fakultas Perikana dan Ilmu Kelautan Unpatti mengenai seberapa besar lingkungan alam yang ada dipesisir pantai Teluk Ambon Dalam, yang telah tercemar oleh limbah sampah.

” Aksi bersih pantai dari sampah yang dilakukan oleh Himika adalah untuk menciptakan suatu gagasan mengenai lingkungan pantai yang bersih. Dalam aksi bersih pantai ini, akan dilakukan pengambilan sampel dari jenis sampah plastik,kain,pecahan beling, karet, yang kemudian akan dianalisis dan diteliti seberapa besar limbah dari sampah-sampah yang dikumpulakan tersebut,” ungkap Mahasiwa Prodi Manajemen Budidaya Perikanan dan Kelautan itu.

Ditambahkannya, untuk pelaksanaan aksi bersih lingkungan ini dilakukan di 15 titik yang ada di pesisir pantai Teluk Ambon Dalam, yang dimulai dari pesisir pantai Desa Poka, dengan 2 titik pengambilan sampel sampah, pesisir pantai Desa Hunuth, pesisir pantai Waiheru, 2 titik, pesisir pantai Passo, pesisir pantai Halong dan pesisir pantai Desa Galala yang melibatkan 150 orang Mahasiswa Perikananan dan Ilmu Kelautan Unpatti.

Selain itu selaku Dosen pembimbing lapangan,Juliana. W. Tuahatuku,M.Si, kepada Wartawan dilokasi pembersihan sampah di pesisir pantai Desa Galala,Sabtu (9/12/2017) kemarin, menjelaskan hasil kerja sama dari beberapa Dosen yang ada di program studi ilmu kelautan, pada Fakultas Perikanan dan Kelautan,Unpatti Ambon dan melibatkan dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi, juga kerja sama dengan Lembaga Kemaritiman Dan Ilmu Kelautan, aksi bersih pesisir pantai Teluk Ambon Dalam, merupakan kegiatan awal dari kelompok Marine The Brits, dalam pengambilan sampel awal tentang sampah yang rencananya akan dilakukan setiap musim peralihan,baik itu musim barat maupun musim timur dengan melihat perubahan dan jumlah dari sampah yang dikumpulkan.

gerakan

” Diharapkan dari data sampel yang dilakukan oleh Dosen dan Himika, Fakultas Perikanan dan Kelautan Unpatti ini, dapat memberikan gambaran kepada Pemerintah Daerah Maluku dan Kota Ambon yang mempunyai kewenangan dan kebijakan dalam menanggulanggi masalah sampah yang ada di pesisir pantai Teluk Ambon Dalam. Menurut pengamatan kami,pembersihan pantai yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, bukan merupakan jalan keluar untuk mengatasi sampah yang ada di pesisir pantai Teluk Dalam Ambon. Sehingga berdasarkan data tersebut dapat dipastikan apakah sumber sampah tersebut lebih dominanan dari laut ataukah dari darat,” ungkap Tuahatuku

Lanjutnya, modal riset pengambilan sampel sampah yaitu, menghitung jenis sampah,baik itu jenis sampah, karet,plastik, kertas, kain, pecahan kaca dan beling, dan kemudian dipisahkan dan kemudian dihitung insentitasnya melalui timbangan sehingga dapat diketahui seberapa besar kepadatan dari sampah-sampah tersebut.  Setiap lokasi sampel sekitar 100 meter dan dalam 100 meter pengambilan sampel tersebut dapat dihitung dengan 3 kuardrat x 5.

” Bila dalam pengambilan sampel secara Marine The Brits kedapatan dominannya adalah sampah plastik,kedepannya akan dilanjutan dengan penelitian mickro plastik khusus untuk sampah plastik yang mana dari hasil penelitian micro plastik sudah terdapat pada beberapa biota laut yang ada di laut Maluku. Dari pembersihan dan pengambilan sampel sampah di pesisir pantai Teluk Ambon Dalam ini, dilakukan di 15 stasiun pengambilan sampel dan rencananya tahun 2018 dilanjutkan dengan pengambilan sampel di pesisir Teluk Ambon Bagian Luar,” Tandasnya. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top