Maluku Tenggara Barat

Gubernur Maluku Buka Rakor Guru SMA/SMK Se-MTB

Rakor Guru SMK

SAUMLAKI,MALUKU – Gubernur Maluku Said Assagaff saat membuka rapat koordinasi pengawas, kepala sekolah, guru dan komite sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), di Gedung Natarkaumpu, Saumlaki, Selasa (12/12/2017) mengungkapkan, kalau tahun 2018 mendatang, Pemerintah Provinsi Maluku telah menggelontorkan dana bantuan senilai Rp5 milyar bagi SMA dan SMK di bumi duan lolat ini.

“Kita sekarang diperhadapkan dengan era kompetisi global yang ditandai dengan Masyarakat Ekonomi Asean, dimana sangat butuh kualitas SDM yang bermutu dan unggul, kalau tidak kita bisa hancur, ” ungkap Gubernur.

Oleh sebab itu, ia berharap dengan adanya pemberian bantuan tersebut, bisa dipergunakan sebaik-baiknya demi kemajuan dunia pendidikan di MTB sendiri. Ia menegaskan ,untuk tidak bermain-main dengan pendidikan di daerah, karena akan ketinggalan. Iapun mencontohkan, negara Cina tiap tahunnya mewisudakan 500 ribu dokter, begitu juga India yang mewisudakan satu juta insinyur teknik.

“Bagi pemprov tidak ada tawar menawar lagi. Sektor pendidikan jadi sektor utama. Saya tidak mau anak-anak Maluku tidak ada yang tidak pintar. Begitu juga dengan kesehatan, ” tegasnya.

Menurutnya, dengan kekyaan alam yang begitu besar, pendidikan sudah mesti di genjot, kesehatan juga. Tambahnya, ke depan, negeri ini menjadi harapan besar bagi Indonesia. Dimana masa depan negara ini berada di wilayah timur.

Dengan demikian sambung Gubernur, dengan dilakukannya rakor ini merupakan entry point untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Tanimbar. Dalam kesempatan itu juga, Gubernur menyerahkan satu unit kapal Latih 20 GT kepada Bupati MTB Petrus Fatlolon, kemudian melanjutkannya kepada para guru SMK Negeri 1 Tanimbar Selatan.

Sementara itu,Bupati MTB Petrus Fatlolon dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan rakor oleh provinsi di daerahnya. Lantaran rakor tersebut dinilai penting dalam rangka mensinergikan berbagai informasi terkait perkembangan pembangunan di bidang pendidikan, serta berbagai kebijakan khususnya di tingkat SMA/SMK dan implementasinya bagi MTB.

“Tidak ada dikotomi antara kabupaten dan provinsi,” singkatnya.

Dalam rakor tersebut, turut dihadiri Wakil Bupati MTB Agustinus Utuwaly dan forkopimda MTB, serta para Kepala SKPD provinsi maupun kabupaten, serta masyarakat pemerhati pendidikan di MTB. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top