Seram Bagian Timur

Gubernur Harap Festival Kataloka Masuk Event Pariwisata Nasional

25346328_1376551535790498_128807969_o

Bula, Maluku – Pelaksanaan kegiatan festival Kataloka yang diselenggarakan oleh Pemerintah negeri Kataloka Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapat respon positif Pemerintah Provinsi Maluku.
Bahkan lewat Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff berharap ajang festival seni dan budaya yang diadakan setiap tahun itu bisa masuk event Pariwisata daerah bahkan nasional.

Harapan ini disampaikan Assagaff dalam sambutannya saat membuka Festival Kataloka Ke-3 Tahun 2017 dengan mengusung Tema, “Pesona Budaya dan Wisata Kabupaten Seram Bagian Timur” yang dipusatkan di Lapangan Victoria Negeri Kataloka pada Sabtu (9/12/2017) minggu kemarin.

“Mudah-mudahan ke depan Festival Kataloka ditingkatkan menjadi even pariwisata tingkat provinsi, bahkan mungkin bisa jadi tingkat nasional,” ujarnya.

25319769_1376654752446843_568735736_oDi Maluku sendiri sejumlah event seni budaya telah dinobatkan masuk dalam kalender Pariwisata daerah yang wajib dilaksanakan setiap tahunnya. Event-event tersebut antara lain, Festival Teluk Ambon, Festival Rakyat Banda dan Festival Pesona Meti Kei.

Untuk itu, gubernur berharap, Festival Kataloka yang diselenggarakan secara mandiri oleh pemerintah Negeri Kataloka bekerjasama dengan World Wide Fund (WWF) dan Pemkab SBT ini bisa mengikuti jejak ketiga festival tersebut.

“Event ini merupakan starting point yang baik, dengan harapan ke depan pengelolaan parawisata yang sudah dirintis ini harus dikelola secara profesional dengan melibatkan tenaga ahli, konsultan di bidang parawisata, sekaligus pegembangan infrastruktur guna mendukung tempat destinasi di kawasan ini,” ujar Assaggaff.

Menurut orang nomor satu di Provinsi Maluku ini, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) juga memiliki keindahan alam dan budaya yang sangat indah dan eksotis. Berbagai pesona alam yang menawan tentu menjadi daya tarik tersendiri seperti Pulau Kon, Grogos, Pantai Oan, Danau Sole, Tari Besi, Tari Melayu, Tari Dabus yang merupakan modal besar untuk terus dikembangkan menjadi destinasi wisata baru. Potensi wisata yang dimaksud tidak kalah jauh bila dibandingkan dengan keindahan alam daerah lain misalnya Bali dan Raja Ampat yang kini menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berwisata.

“Event ini merupakan strating point yang baik, dengan harapan ke depan pengelolaan parawisata sudah dirintis ini harus dikelola secara profesional dengan melibatkan tenaga ahli, konsultan di bidang parawisata, sekaligus pegembangan infrastruktur guna mendukung tempat destinasi di kawasan ini,” katanya.

Mantan Sekda Maluku ini berharap, kedepan Kabupaten dengan julukan “Ita Wotu Nusa” itu bisa dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata baru di Indonesia. Hal ini karena SBT memiliki ratusan obyek wisata yang mempunyai daya tarik tersendiri. Misalnya potensi wisata bahari dan wisata budaya yang tersebar hampir di semua wilayah yang ada didaerah itu.

“Harus diwujudkan SBT sebagai destinasi wisata baru yang akan di kunjungi oleh para touris dan SBT harus dijadikan sabagai Icon wisata di Indonesia. Wisata bawa laut, Pantai, dan wisata budaya sehingga kedepan nanti dapat mengenjot animo wisatawan untuk mengunjungi daerah ini,” harap Assagaff.

Sejumlah acara turut digelar dalam rangka memeriahkan kegiatan festival Kataloka antara lain, pawai budaya, tari kolosal, pegelaran seni, pameran, diskusi budaya, hanga riribun (makan bersama), lomba lagu Gorom, tari sawat, lomba meukis dan ilar ilwouw (ajang putera-puteri) Kataloka.

Selain dihadiri Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, pembukaan festival Kataloka juga dihadiri sultan Tidore Ke-37, Husain Sjah, Bupati SBT Abdul Mukti Keliobas, Wakil Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri, ketua DPRD SBT Agil Rumakat dan sejumlah anggota DPRD SBT serta sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku maupun Pemerintah Kabupaten SBT. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top