Hukum & Kriminal

Fitnah Kliennya Jual Tanah di Piru , Kuasa Hukum Pirsouw Polisikan Rudy Tanifan

Persow
PENCEMARAN NAMA BAIK: Kuasa Hukum Josefine Pirsouw, Julians Jack Wenno (kanan) dan Rony Samloy (tengah) dan putra Josefince Pirsouw (Jonry Pirsouw, sebelah kiri) bersantai sejenak menunggu antrean memasukan laporan pengaduan ke bagian Reskrimum Kepolisian Daerah Maluku, Senin (4/12).

Ambon,Maluku- Mulutmu harimaumu. Ungkapan ini serasa pantas menggambarkan perilaku tidak terpuji dan tidak bijaksana yang dilakukan Rudy Tanifan (48 tahun), warga Lorong Coker, Kelurahan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku. Lantaran dianggap telah mencemarkan nama baik dan menyebarkan fitnah melalui media massa cetak terhadap Josefince Pirsouw (64 Tahun), warga Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat, sopir truk itu akhirnya dipolisikan kuasa hukum Josefince Pirsouw, Jack Julians Wenno dan Rony Samloy.

’’Laporan pengaduannya sudah kami sampaikan siang tadi di ruangan Reskrimum Polda Maluku,’’ ungkap kuasa hukum Josefine Pirsouw, Jack Wenno usai mendampingi kliennya memasukan laporan pengaduan, Senin (4/12/2017).

Wenno mengakui sebenarnya pihaknya telah memberikan peringatan bagi Tanifan yang kini berstatus sebagai teradu untuk mengklarifikasi isi pemberitaannya sekaligus meminta maaf atas pernyataan-pernyataannya di media massa yang isinya secara langsung telah menyerang kehormatan dan nama baik Josefince Pirsouw. Namun, niat baik kuasa hukum Josefince Pirsouw tidak digubris Tanifan.

’’Dalam pemberitaan media cetak itu Rudy Tanifan telah menuding klien kami, Ibu Josefince Pirsouw, telah menjual tanah-tanah peninggalan Moyang Kores Pirsouw dan Zeth Pirsouw di Piru, padahal selama ini klien kami tidak pernah melakukan hal keji tersebut, padahal beliau adalah pemilik tanah sebenarnya atas Dusun Pusaka Bulu Taka Laya dan Dusun Urih Teha di Piru dan sekitarnya. Anehnya, bukannya meminta maaf dan mengklarifikasi pembohongannya tersebut, malahan Rudy Tanifan kembali melontarkan fitnahan, mengeluarkan kata-kata serupa dan menantang klien kami untuk berhadapan di pengadilan di Masohi, padahal Rudy Tanifan sepanjang pengetahuan kami tidak memiliki surat-surat apapun menyangkut kepemilikan atas Dusun Pusaka Bulu Taka Laya dan Dusun Urih Teha di Piru dan sekitarnya,’’ ungkap Wenno.

Wenno mengharapkan laporan pengaduan pihaknya itu dapat disikapi profesional oleh pejabat Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Kepolisian Daerah Maluku dengan meminta pertanggungjawaban Tanifan sebagai teradu. ’’Setelah pengaduan ini diproses dan kemudian ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan dan penyidikan, sudah tentu Rudy Tanifan akan ditetapkan tersangka berdasarkan Pasal 310 KUHP maupun Pasal 315 KUHP. Perbuatannya juga bisa dikategorisasikan sebagai perbuatan tidak menyenangkan sesuai Pasal 335 KUHP,’’ terang Wenno. (IN/ROS)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top