Uncategorized

FGD Lintas Sektoral Pemda Malteng Dan Pemrov Maluku Bahas Potensi Banda

FGD Banda

Ambon,Maluku-  Kaya akan kekayaaan alam yang begitu melimpah  dengan situs bersejarah dan pantai yang eksotis membuat Pulau Banda tak hanya terkenal sebagai pulau penghasil rempah-rempah di Maluku, namun juga terkenal sebagai pulau bersejarah yang banyak diperbincangkan oleh banyak orang.

Untuk itulah sebagai wujud pelestarian kekayaan alam yang ada di Pulau Banda, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang memiliki kewenangan akan sumber kekayaan alam dan situs bersejarah di Pulau Banda, menggelar Focus Group Discusion (FGD) lintas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Maluku Tengah maupun  Forkompimda Provinsi Maluku. Kegiatan itu mengusung tema ” Membangun Komitmen Bersama Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Nasional  (KKPN) -TWP (Zona Pembagian Laut) Banda dan sekitarnya sebagai kekuatan ekonomi wilayah berbasis perikanan dan pariwisata alam perairan”. Kegiatan itu dipusatkan di Gedung PKK, Kabupaten Maluku Tengah, Jl. Banda, Masohi, Senin (11/12/2017).

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Mohammad Roem Ohirat, kepada INT NEWS diruangan kerjanya, Senin (11/12/2017), mengatakan, pelaksananaan  FGD yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dengan lintas Forkompimda Maluku tersebut, dihadiri oleh, Kepala Balai Konservasi Nasional Kupang, Perwakilan Danlatamal IX, Asisten 1 Pemkab Maluku Tengah, Perwakilan Forkopimda Maluku Tengah, Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Akademisi Unpatti dan LSM lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah.

” Dalam diskusi lintas Kabupaten Maluku Tengah dan Perwakilan Pemeribtah Provinsk Maluku tersebut membahas beberapa persoalan terkait dengan upaya pengembangan Laut Banda yaitu Laut Banda merupakan aset penting bukan hanya bagi Indonesia tapi juga Internasional. Beragam flora dan fauna serta aspek historis dapat dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Banda, masih terdapat beberapa peraturan perundang-undangan yang perlu disempurnakan sehingga  jelas batas kewenangan masing-masing pihak terkait. Terdapat perbedaan data tentang potensi hasil laut sehingga berbeda pula penanganannya. Ke depan akan dilakukan survei ulang tentang potensi laut Banda, serta diperlukan kerjasama lintas instansi baik tingkat regional maupun Nasional agar Laut Banda dapat dikembangkan secara maksimal,” ungkap Perwira menengah Polda Maluku berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi itu.

Lanjutnya, sebagai kesimpulan dari Forum Group Discusion,  yang dilakukan oleh  Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku tersebut, disepakati akan dilaksanakan kembali pertemuan dalam bentuk kelompok kerja untuk lebih dalam membahas tujuan dan kerjasama dalam pengembangan kawasan Laut Banda. (IN-07).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com