Maluku

80 KK Di Desa Ahiyolo SBB Hidup Gelap Gulita

krisis listrik

SBB, Maluku- Masih hidup dalam keterisolasian dan jauh dari kata terang hal itulah yang di rasakan oleh kurang lebih 80 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di Desa Ahiyolo, Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Pasalnya sudah puluhan tahun,masyarakat setempat masih bergantung pada alat penerangan sederhana berupa pelita (lentera) yang terbuat dari kaleng susu bekas dan pegangan paying, ada juga yang masi menggunakan obor yang terbuat dari Bambu.

Kepada Intim News, Miggu (10/12/2017) Kepala Keluarga, Rania Haikuty (23 tahun) mengatakan, memang sejak enam bulan kemarin sudah ada pemasangan meteran listrik oleh pihak PLN, namun sampai saat ini belum juga di aliri listrik oleh pihak PLN.

“Beta deng beberapa kepala keluarga sudah pernah bertanya ke pihak PLN ranting liang yang datang memasang meteran. Namun sampe (sampai) saat ini lampu di kotong pung kampung ini balom kuat par manyala-manyala ini? (listrik belum juga dialiri di kampong kami) Tapi dong bilang katong masi dalam tahap finising untuk kasi masuk listrik padahal katong su bayar biaya pemasangan jang sampe dong PLN ini cuman tipu katong saja (kata pihak PLN masih dalam penyelesaian, untuk pemasangan meteran kami telah membayarnya. Jangan sampai kita ditipu) “ungkapnya dengan dialeg local.

Selain itu Haikuti juga mengunkapkan pentingnya aliran listrik kepada 80 KK yang berdomisili di Negeri Ahiyolo.
Selain aliran listrik negeri kami juga masih terisolasi dari sarana air bersih dan sarana jalan trasportasi.

“Katong kalu mau pigi timbah aer par kebutuhan rumah tangga seperti minum, cuci, dan mandi katong harus bajalang kaki cukup jau bisa sampe satu atau dua kilo par cari sumber air bersi apalagi kalu musim ujang bagini samu sumber air yang ada ini kotor, yang terpaksa biking katong musti bajalang kaki cukup jau par ambel air (Kita mengambil air bersih untuk minum, cuci pakaian, mandi, harus berjalan lebih dari satu kilometer. Kalau musim hujan,disini sumber airnya tak dapat dipakai), “ungkapnya.

Haikuty berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi ini,agar dapat mayarakat di Negeri Ahiyolo dapat tersejahterakan. (IN-13)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top