Politik

Waktu Dekat, HEBAT Gugat ke Bawaslu Maluku

HEBAT KPU

AMBON, MALUKU  –  Pasca gugur saat verifikasi berkas di KPU Maluku, Tim Pemenangan Pasangan Herman Koedoeboen – Abdullah Vanath (HEBAT) memastikan akan segera memasukan gugatan ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Maluku.

“Kita dalam waktu dekat akan memasukan gugatan ke Bawaslu Maluku,” Tegas Michael Paliama, Ketua Tim Independen pasangan Hebat, via ponselnya, Selasa malam (28/11/2017).

Dirinya mengaku, pihaknya telah berkonsultasi dengan Bawaslu Maluku dalam rangka melakukan sanggahan terhadap berita acara yang dibuat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menyatakan ketidaksamaan data Sistem Pencalonan (SILON), dengan data fisik atau hardcopy setelah dilakukan verifikasi oleh tim KPU Maluku, pasca pemasukan syarat pencalonan independen.

Bawaslu“Ada kesalahan dalam perhitungan yang dilakukan oleh KPU Maluku, sehingga sesuai undang-undang menjamin pengaduan kepada lembaga Bawaslu,”jelasnya.

Sebut Paliama, Bawaslu menyarankan, agar tim segera membuat laporan yang dimasukan ke Bawaslu. Setelah itu, Bawaslu akan menyurati ke KPU untuk meminta pertanggungjawaban instansi itu.

Sebelumnya, tim Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku memverifikasi berkas syarat dukungan Herman Koedoeboen – Abdullah Vanath (HEBAT) selaku Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku dari jalur perseorangan, akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, alasan penolakan berkas syarat dukungan pasangan HEBAT yakni setelah tim KPU Maluku melakukan penelitian, dukungan yang diberikan sebanyak 165.510 KTP yang tersebar dari 6 wilayah. Namun setelah diverifikasi, KPU menyatakan dukungan yang sah dari pasangan HEBAT yakni sebanyak 90.000 KTP dari syarat yang ditentukan oleh KPU untuk jalur perseorangan sebanyak 122.895.

Kendati demikian, Juru Bicara Pasangan HEBAT Fajrin Rumalutur yang dihubungi via ponsel juga, Selasa (28/11/2017) sempat kaget atas informasi itu. Namun, Rumalutur memastikan adanya misscommunication oleh pihak KPU.

“Mungkin ada misscommunication dari pihak KPU Maluku saja,”ungkap Rumalutur singkat.

Dia beranggapan, KPU hanya memverifikasi dari jumlah dukungan kertas atau Hard Copy yang diserahkan dalam paketan box.

“Kita serahkan kan sudah malam, apakah kita bisa menjamin fisik dari tim yang memverifikasi berkas, lantas apakah bisa mereka memverifikasi berkas 165.000 itu hanya dalam hitungannya jam ? Ini kan aneh dan sudah ada pernyataan kalau berkas kita ditolak,”ungkapnya.

Rumalutur mengatakan, KPU harus meneliti syarat dukungan yang telah ditransfer dalam data SILON.

“Data yang dimasukan dalam data SILON saja dinyatakan falid, lalu hard copy ?? Kok bisa ditolak,”katanya.

Untuk itu sambungnya , Tim HEBAT akan menempuh berbagai cara dan berkomunikasi lanjutan dengan KPU dalam proses ini. (IN-06)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top