Seram Bagian Timur

Tahun 2018, Pemkab SBT Bangun Jalan Lingkar Kesui

SBT

Kesui1

Bula,Maluku- Pembangunan jalan lingkar Kesui, pulau Kesui Kecamatan Kesui Watubela akan segera dibangun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Timur (SBT) lewat bupati Abdul Mukti Keliobas berjanji akan mengalokasikan dana pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 nanti untuk membangun jalan yang akan menjadi akses masyarakat dipulau itu. Hal ini disampaikan bupati dalam sambutan saat melakukan pertemuan dengan toko masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) didesa Tamher Timur ibukota Kecamatan Kesui Watubela dalam kunjungan kerjanya diwilayah itu pada Rabu, (29/11/2017).

Selain pembangunan jalan lingkar Kesui, dalam pertemuan yang juga dihadiri masyarakat dan kepala Pemerintah negeri/negeri administratif se-Kecamatan Kesui Watubela itu, bupati Keliobas berjanji akan melanjutkan pembangunan jalan lingkar Teor Kecamatan Teor.

“Tapi kita belum bisa bangun banyak, kita bangun bertahap, sedikit-sedikit dulu yang penting ada sentuhan pembangunan, “ungkap bupati.

Kata bupati, meski dibangun pada tahun 2018 namun pembangunan jalan didua wilayah itu akan dilakukan bertahap. Hal ini mengingat porsi APBD SBT yang masih minim. Bila ingin menyelesaikan pembangunan seluruh jalan dikabupaten SBT termasuk jalan lingkar Kesui dan Teor membutuhkan anggaran sekitar Rp. 1 triliun pertahun.

“Kalau berharap bangun banyak tidak mungkin Paling tidak 4 sampai 5 miliar, “katanya.

Namun bupati mengaku, pembangunan jalan sepanjang 27 kilo meter itu akan terus dianggarkan dalam APBD ditahun-tahun mendatang. Bila dikalkulasikan, pembangunan jalan lingkar Kesui dengan metode konstruksi Lapen membutuhkan anggaran sekitar Rp. 50 miliar.

“Kita tidak mungkin menyelesaikan semua, tapi komitmen Pemerintah daerah untuk setiap tahun kita akan terus anggarkan untuk pembangunannya. Paling tidak kita gusur dulu untuk mempermudah akses masyarakat dari kampung ke kampung, “jelas bupati.

Bupati katakan, pembangunan jalan yang akan menghubungkan sejumlah desa itu, akan dibangun dipesisir timur pulau Kesui yakni dari desa Tanah Baru hingga desa Utta. Sementara pesisir barat, dari Tanah Baru hingga desa Sumelang telah dibangun pada tahun 2015 lalu menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Maluku.

“Kali ini kita gusur dari Tanah Baru ke Utta, sebab kadang-kadang anak-anak kita sekolah di Utta juga banyak mereka bisa berjalan kaki. Paling tidak Sertu dulu nanti 2019 kita tambahkan lagi, “janji bupati Keliobas dihadapan masyarakat Kesui.

Sebelumnya polemik status jalan lingkar Kesui sempat menjadi perdebatan oleh Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah kabupaten SBT lantaran keduanya menolak bertangggungjawab menyelesaikan proyek pembangunan jalan yang pernah dikerjakan dengan dana Inpres tahun 2003 yang diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur pasca konflik sosial.

Polemik ini berakhir setelah dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) SBT dimasa pemerintahan Mukti-Fachri mengakui status jalan itu sebagai jalan kabupaten.

Kepala dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) SBT, Umar Bilahmar kepada Intim News beberapa waktu lalu mengaku, telah menurunkan tim untuk melakukan survei jalan tersebut.

“Iya polemik status jalan lingkar kesui itu sudah selesai, itu kewenangan kita. Setelah beta (saya) cek itu jalannya status jalan kabupaten, makanya 2018 ini kita akan coba anggarakan, dan itu kalau tidak ada kendala, “katanya.

Untuk mempercepat target pengerjaan jalan tersebut, saat ini proses desain jalan dengan panjang sekitar 27 Kilo meter tengah disiapkan. Panjang jalan lingkar Kesui sendiri mencapai sekitar 27 kilo meter namun PU SBT baru menargetkan akan membangun 10 kilo meter yang berada diruas Tamher Timur-Utta

Dikatakan, selain survei jalan lingkar Kesui, Tim dari Dinas PU SBT juga diturunkan untuk mengindentifikasi seluruh ruas jalan yang ada didaerah itu termasuk jalan lingkar Teor, kecamatan Teor. Baik jalan kabupaten, jalan provinsi maupun ruas jalan nasional yang ada didaerah berjuluk “Ita Wotu Nusa” itu. Survei ini dilakukan untuk mengumpulkan data rujukkan dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) SBT.

“Lingkar Kesui surveinya kita sudah lakukan. jalan itu bekas buka tapi sampai sekarang tidak dilanjutkan. Untuk mengidentifikasi lokasi-lokasi jalan-jalan strategis kabupaten, jalan provinsi jalan Nasional kemarin itu kita sudah lakukan survei hasil dari survei itu nantinya kita bawah ke Musrenbang dan kegiatan kementrian PU, “katanya.

Kata dia, sebelumnya Dinas PU SBT telah merencanakan alokasi anggaran pembangunan jalan lingkar Kesui lewat APBD 2017 lalu namun hal itu tertunda lantaran masih terkendala dengan status jalan yang sempat menjadi polemik antara PUPR SBT dan PUPR Maluku itu.

“Kalau lewat APBD kemarin kami coba menganggarkan namun terkenbndala status jalan itu bermasalah. Masalah juga persoalaan ganti rugi, ya ganti rugi juga bikin kita jadi kendala, “ungkapnya.

Selain itu, dibeberapa titik ruas jalan lingkar kesui juga terdapat medan yang sulit. Bila menggunakan jalur alternatif lain maka akan masuk ke wilayah perkebunan tanaman pala dan cengkeh milik warga.

“Dibeberapa titik itu mengalami kendala, kalau kita masuk ke lokasi yang pernah digusur. Tapi ada alternatif yang lain supaya dia tidak menjadi kendala. Hanya kalau kita masuk ke jalur yang lain maka itu masuk ke perkebunan pala milik warga, “jelasnya.

Menurutnya, bila warga tidak menuntut ganti rugi maka pembangunan jalan lingkar kesui akan segera dilakukan ditahun 2018 bersamaan dengan jalan lingkar Teor. Untuk itu kata dia, sebelum pembangunan jalan dimulai, pihaknya akan mengundang toko masyarakat dan toko agama serta pemilik perkebunan pala dan cengkeh untuk membicarakan persoalaan tersebut.

“Kita akan duduk bersama dengan masyarakat untuk menyelesaikan persoalaan ini dan membuat kesepakatan bersama. Kesepakatannya seperti apa, apakah masyarakat mau lepas atau minta ganti rugi. Tujuan pembangunan jalan itu khan untuk memperpendek rentang kendali akses masyarakat, “harap dia. (IN-17)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top