Buru

Soal Dugaan Tipikor WFC Namlea, Adik Bupati Buru Mangkir Dari Pemeriksaan Jaksa

vonis-korupsi_20160922_192732

Ambon,Maluku – Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Water Front City (WFC) yang ada di Kota Namlea Kabupaten Buru, terus dilakukan oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku dan Penyidik Kejaksaan Negeri Buru. Dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan WFC Kota Namlea Kabupaten Buru ini, Penyidik Kejati Maluku telah mengagendakan pemeriksaan terhadap 2 orang saksi yaitu RSAP selaku Sales Engineer PT.Adhimix Percast Indonesia bersama dengan Saran Umasugi (Anggota DPRD/Adik Bupati Buru) Kabupaten Buru.

Namun kenyataan agenda pemeriksaan saksi kasus dugaan korupsi proyek pembangunan WFC Kota Namlea yang telah dijadwalkan oleh Penyidik Kejati Maluku itu hanya dipenuhi oleh saksi RSPA selaku Sales Engineer PT.Adhimix Percast Indonesia . Sedangkan saksi Sahran Umasugi (SU) adik kandung Bupati Buru Ramli Umasugi, mangkir dari pemeriksaan Penyidik dengan alasannya tengah menghadiri agenda rapat kerja DPRD Kabupaten Buru.

“ Ada dua saksi yang harus diperiksa hari ini, tapi sedianya (saksi) SU yang telah diagendakan untuk menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Kejati Maluku berkaitan dengan proyek pembangunan WFC di Kabupaten Buru, tidak berkesempatan hadir, dikarenakan yang bersangkutan sedang melaksanakan tugas sebagai anggota DPRD Buru. Sebagai bukti surat resmi dikirim ke penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku,” akui Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi Wartawan diruangan kerjanya, Rabu (15/11/2017).

Sapulette menambahkan, yang membawa surat tersebut ke Kejati Maluku adalah utusan dari Sahran Umasugi.

“Bukan Pengacara Hukum yang mengantarnya, tetapi ada orang utusan SU yang mengantar surat dimaksud,” terang Sapulette.

Sapulete menjelaskan, ketidak hadiran Sahran Umasugi itulah, membuat Penyidik Kejati Maluku harus menjadwalkan ulang pemanggilan saksi SU yang diperiksa oleh Penyidik Kejati Maluku.

“Penyidik harus menjadwal ulang terhadap yang bersangkutan. Sementara itu yang diperiksa adalah saksi RASP merupakan Sales Engineer PT.Adhimix Percast Indonesia diperiksa sejak pukul 09:30 WIT, kemudian Isoma pukul 12:00-13:00 WIT, dan dilanjutkan hingga kurang lebih pukul 16:30 WIT, oleh penyidik Adam Saimima, dan saksi harus menjawab puluhan pertanyaan penyidik terhadap kasus dimaksud. Selain saksi SU, penyidik juga memriksa saksi RASP yang merupakan Sales Engineer PT.Adhimix Percast Indonesia sebagai perusahan yang menjual tiang pancang proyek WFC,” kata Sapulette menjelaskan,” Tandasnya.

Diketahui sebelumnya, proyek pembangunan WFC di Namlea itu, pekerjaan tahap I proyek reklamasi tersebut dianggarkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru bersumber dari APBN tahun 2015 sebesar Rp.4.911.700.000. Proyek dikerjakan PT.Aigo Media Pratama.

Anggaran sebanyak itu diperuntukan bagi pekerjaan pemancangan tiang dan penimbunan kawasan Pantai Merah Putih. Ternyata pemancangan tiang tidak pernah dikerjakan, tapi dilaporkan rampung 100 persen. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top