Hukum & Kriminal

Setubuhi Gadis 13 Tahun Anak Tetangga, Pria Pengangguran Di SBT Di Polisikan

Ilustrasi-Pemerkosaan-1

SBT,Maluku-  Kehidupan sosial di masyarakat dalam hubungan relasi bertetangga tercoreng dengan aksi bejat yang dilakukan oleh R.I alias AM (19 tahun). Pelaku yang nekat menyetubi, korban RS (13 tahun), pelajar kelas 1 SMP yang tak lain adalah anak gadis tetangga rumahnya.

Kasat Reskrim Polres Seram Bagian Timur (SBT), IPTU La Beli,  SH, MH kepada Intim News melalui telephone selulernya, Jumat  (17/11/2017) mengatakan, kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh pelaku RI alias AM terjadi pada, Jumat (10/11/2017),pukul 20.00 WIT (jam 8 malam)  bertempat di salah satu kamar belakang rumah  ER (orang tua tiri pelaku)  di Desa Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

” Kasus persetubuhan yang dilakukan oleh tersangka RI alias AM,  pria yang keseharian bekerja sebagai buruh kasar, kepada korban RS yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP, dengan cara pelaku yang saat itu sedang duduk di depan rumahnya, melihat korban meminta bantuan korban untuk melihat adik yang masih kecil yang sementara menangis didalam kamar. Korban yang dimintai tolong oleh pelaku yang merupakan tetangganya itu, akhirnya masuk ke dalam rumah tersangka dengan maksud untuk membujuk adik pelaku yang sedang menangis,” ucap Perwira pertama Satreskrim Polres SBT berpangkat Inspektur Polisi Satu itu.

Perwira pertama Satreskrim Polres SBT mengatakan, setelah berhasil mengelabui korban dengan cara menyuruh korban untuk  membujuk adiknya, pelaku yang telah dipengharuhi nafsu bejatnya akhirnya memanfaatkan kondisi rumah yang sepi, untuk menyetubuhi korban. Pelaku  menarik tangan korban untuk dibawah ke sebuah kamar di bagian belakang dan mencium korban.

” Tak hanya mencium korban, pelaku yang telah dipengaruhi hasrat nafsu birahinya akhirnya membawa korban masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar, pelaku kemudian membuka pakaian korban dan menyetubuhi korban di dalam kamar belakang milik orang tua tiri tersangka,” tutur IPTU La Beli.

Dikatakannya, seusai menyetubuhi korban, pelaku kemudian menyuruh korban untuk pulang ke rumah korban dan mengancam korban agar tidak memberitahu orang tua korban. Namun setiap perbuatan jahat pasti akan terungkap, korban yang merasa sakit seusai disetubuhi oleh pelaku, akhirnya menceritakan aksi bejat yang dilakukan pelaku kepada orang tuanya.

Mendengar kisah pilu dari putirnya, orang tua korban akhirnya mendatangi kantor Polres SBT dan melaporkan tindak pidana persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku RI alias AM  kepada putri mereka.

” Setelah mendapat laporan dari orang tua korban,anggota Satreskrim Polres SBT akhirnya mendatangi rumah tersangka dan melakukan penangkapan terhadap pelaku. Penangkapan terhadap pelaku dengan Sprin nomor Polisi : SP- Kap / 21 / XI / 2017 / Maluku / Res SBT tanggal (11/11/2017), “ ujarnya.

Dijelaskannya, setelah melakukan penangkapan terhadap pelaku RI alias AM , Penyidik Satreskrim, pelaku kemudian diperiksa sebagai saksi bersama 3 orang saksi lain yaitu, saksi korban R.S bersama saksi A.L dan H.R, pelaku kemudian ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Penyidik Satreskrim SBT dengan surat perintah (Sprin), nomor : SP Han / 19 /XI/2017/Reskrim tanggal (11/11/2017).

” Tidak hanya melakukan pemeriksaan terhadap pelaku bersama korban dan 2 saksi lainnya,Penyidik Satreskrim SBT juga membawa korban untuk ke RS Bulah untuk dilakukan visum oleh dokter RS sakit Bulah. Dari hasil visum tersebut pihak dokter rumah sakit Bulah membenarkan korban telah disetubuhi oleh pelaku,” ungkap Kasat Reskrim Polres SBT.

Ditambahkannya, tindak pidana kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh  RI alias AM kepada korban R.S disangkakan dengan pasal 81 ayat (1) dan (2) jo pasal 76 D dan pasal 82 ayat (1) jo pasal 76E  Undang – undang RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor  23 tahun 2002 yang telah di ubah lagi dengan Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dan atau pasal 287 ayat (1) KUHP idana dan atau pasal 290 ayat (2) KUH Pidana,dengan hukuman pidan paling kurang 15 tahum penjara atau maksimal 20 tahum penjara.

” Kasus ini tengah dalam perampungan Penyidik Satreskrim Polres SBT,yang rencananya akan diserahkan ke tahap-1 pada, Senin (20/11/2017) ke Penyidik Cabang Geser,Kejaksaan Negeri Masohi,” Tandasnya (IN-07).

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com