Hukum & Kriminal

Setubuhi Anak Dibawah Umur, Sopir  Angkot Kayu Putih Dipolisikan

ilustrasi-pemerkosaan

Ambon, Maluku – Perkembangan dunia membuat perilaku jahat manusia juga turut menghantui generasi muda. Perilaku menyimpang yang dilarang oleh hukum dan agama seperti persetubuhan anak dibawah umur kembali terjadi. Perbuatan melawan hukum dengan melakukan persetubuhan anak dibawah umur ini, diduga dilakukan oleh 2 orang pelaku berinisial H.U alias T (25 tahun) dan S (21 tahun) kepada korban sebut saja Bunga (14 tahun).

Kasat Reskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease, AKP Teddy, SH, S.I.K kepada wartawan di ruangan kerjanya, menjelasakan kasus persetubuhan anak yang dilakukan oleh kedua pelaku, kepada korban terjadi pada, Selasa (14/11/2017), sekira pukul 01.00 WIT dini hari.

Kejadian berawal ketika korban yang adalah pelajar kelas 1 SMA yang saat itu baru pulang belanja di salah satu toko buku di Kota Ambon pada, Senin (13/11/2017) sekira pukul 19.00 WIT, sedang menunggu mobil angkutan umum jurusan Kayu Putih di terminal angkutan umum Mardika, untuk pulang ke rumahnya yang berada di Kayu Putih.
Melihat korban yang sendirian berdiri, sambil menunggu angkutan umum, membuat pelaku H.U yang ternyata adalah salah satu supir angkot jurusan Kayu Putih akhirnya mendatangi korban dan menawari untuk mengantar pulang korban ke rumahnya.

“Korban yang ditawari untuk diantar pulang oleh pelaku H.U sang supir angkot jurusan Kayu Putih akhirnya menaiki angkot pelaku. Korban pun diantar pulang dengan angkot jurusan Kayu Putih yang dikendari pelaku menuju ke temnpat tinggal korban yang berada di daerah Kayu Putih. Dalam perjalanan pulang mengantar korban ke daerah Kayu Putih, korban yang merasa telah sampai ke tempat tinggalnya memberitahu pelaku agar memberhentikan mobil angkotnya agar korban bisa pulang ke rumahnya yang berada di daerah kampung kolam Kayu Putih,” ucap Perwira Menengah Satreskrim Polres Ambon berpangkat Ajun Komisaris Polisi itu.

Sang perwira menengah berpangkat AKP dipundaknya itu, mengatakan setibanya dialamat yang dituju korban, pelaku yang telah dirasuki nafsu bejat, tidak memberhentikan mobil angkutnya, malah mengajak korban untuk balik bersama pelaku ke tempat tinggal pelaku di daerah Bere-bere, Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Korban yang tergiur dengan ajakan sang pelaku akhirnya mengikuti pelaku ke rumah pelaku di daerah Bere-bere.

“ Sesampai di daerah Bere-bere, pelaku kemudian menghubungi temannya untuk menjemput korban bersama dengan pelaku dengan menggunakan sepeda motor untuk diantar ke salah satu kamar di penginapan Tirta Mandiri yang berada di pesisir pantai Desa Amahusu.

Korban lalu dibonceng oleh pelaku bersama dengan teman pelaku dengan sepeda motor menuju ke lokasi penginapan Tirta Mandiri yang berada di lokasi pantai Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon. Sesampai di penginapan Tirta Mandir, korban lalu dibawa oleh pelaku dan temannya masuk ke dalam salah satu kamar dan kemudiaan korban pun di setubuhi secara bersamaan dan berulang kali oleh kedua pelaku,” tutur AKP Teddy.
Lebih lanjut dikatakan, usai menyetubuhi korban, pelaku H.U bersama dengan temannya kembali mengantarkan korban untuk pulang ke rumah korban di daerah Kayu Putih. Sesampai dirumahnya korbanpun ditanyakan oleh ibunya soal keberadaannya yang baru pulang larut malam ke rumahnya. Melihat gelagat yang aneh dari putrinya, sang ibu korban kemudian menanyakan korban tentang apa yang sedang dirasakan oleh putrinya itu.
Dengan nada pilu penuh tangis, korban akhirnya memberitahu peristiwa yang baru dialaminya.

“Mendengar penuturan penuh haru oleh putrinya, sang ibu bersama korban mendatangi Kantor Polres P.Ambon dan P.P.Lease, pada Selasa (14/11/2017) pukul 16.00 WIT untuk melaporkan kasus persetubuhan yang dialami oleh putrinya,” tandas Kasat Reskrim Polres Ambon.

Teddy menambahkan, kasus persetubuhan anak dibawah umur yang dilaporkan oleh ibu korban kepada anggota piket Sentra Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres P.Ambon dan P.P Lease, teregister dalam Laporan Polisi nomor: LP/663/XI/2017/Maluku/Res Ambon.

“ Pelaku H.U yang melakukan persetubuhan anak dibawah umur, kini telah diamankan dan diperiksa oleh Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease. Sedangkan untuk pelaku S hingga kini masih buron dan terus diburu oleh Anggota Buser Satreskrim Polres P.Ambon dan P.P.Lease. Perbuatan kedua pelaku telah melanggar pasal 282 KUH Pidana dengan hukuman pidana penjara 8 tahun dan pasal 81 Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman pidana 15 tahun penjara,” ungkap Teddy. (IN-07)

Print Friendly, PDF & Email
Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com