Buru

Resmi Dilantik, Abdul Haris Bessy Jabat Ketua GRANAT Kabupaten Buru

23600365_1956384414623962_1724541932_o
Ketua GRANAT Kabupaten Buru Abdul Haris Bessy saat diwawancarai awak media usai pelantikan pengurus Granat Kabupaten Buru

Buru, Maluku – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Buru resmi Dilantik.

Pantauan INTIM NEWS, Selasa (14/11/2017), dibawah kepemimpinan Abdul Haris Bessy dan La Ode Abdul Rahman akhirnya terbentuk dan resmi di lantik oleh Ketua DPD GRANAT Provinsi Maluku Yani Salampessy. Bertempat di Aula Hotel Grand Sarah, Namlea, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP GRANAT Ashar Soerjobroto didampingi Asisten I Setda Kabupaten Buru Hj. Masry dan Forkopimda Buru.

Ketua GRANAT Kabupaten Buru Abdul Haris Bessy dalam sambutannya mengatakan pelantikan pengurus yang dilakukan adalah langkah awal untuk melakukan berbagai proses pencegahan peredaran narkotika di Kabupaten Buru. Untuk itu, dirinya meminta agar seluruh elemen masyarakat Maluku khususnya di Kabupaten Buru untuk dapat bersinergi dalam rangka pemberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Buru.
Sesuai data yang direlease oleh BNN dan Puslitkes tahun lalu kata Bessy, Provinsi Maluku menempati peringkat ke-7 dengan jumlah pemakai sebanyak 27-ribuan orang dari sekian jutaan penduduk di Maluku.

“Ini merupakan tanggungjawab bersama dalam mencegah serta memberantas peredaran narkotika di Maluku khususnya Buru,” ungkap Bessy.

23633992_1956384424623961_1676654503_oDisamping itu, Ketua DPD GRANAT Maluku Yani Salampessy dalam sambutannya mengatakan, seluruh elemen masyarakat harus melihat bahaya peredaran narkoba sebagai sebuah masalah yang serius dan mengancam posisi negara dan wilayah kita saat ini.

“ Dengan posisi Maluku yang ada pada peringkat ke-7, seharusnya pemerintah melihat bahkan secara bersama menggandeng seluruh stakeholder untuk maju memberantas peredaran narkotika di Maluku,” tutur Salampessy.

Salampessy mengaku, posisi ke-7 pengguna narkoba di Maluku ini, merupakan sumbangsih pemerintah daerah yang tidak serius dalam upaya pemberantasannya.

“ Pemerintah daerah tidak fokus pada proses pembelajaran dan proses pencegahan peredaran narkoba di Maluku. Hanya saja sering mementingkan agenda politik. Padahal dengan menduduki rangking 7 secara nasional, maka pemerintah daerah harus memberi ruang untuk memikirkan bagaimana solusi dan langkah evaluasi seperti apa yang harus dilakukan agar keluar dari peringkat yang fantastis itu,” jelasnya.

Sementara itu Sekjen DPP GRANAT, Jendral Pol (Purn) Ashar Soerjobroto dalam sambutannya menghimbau agar seluruh masyarakat melihat GRANAT, sebagai organisasi kemasyarakatan yang bertugas membantu pemerintah dalam hal pencegahan peredaran narkoba di Indonesia termasuk di Maluku.

Dia menuturkan, menurut laporan yang dimiliki pengguna Narkoba di Indonesia sudah mencapai 5 juta orang dengan angka kematian per tahun mencapai 40-50 persen. Untuk itu, dia mengajak agar terus menggencarkan semangat dalam upaya mengkoordinasikan serta berkontribusi dalam pemberantasan peredaran narkoba di Indonesia, sesuai dengan misi GRANAT yakni membantu pemerintah dalam mencegah dan memberantas narkoba di daerah.
Menutup acara tersebut, Assisten I Setda Buru Hj. Masry dalam sambutan tertulis Bupati Buru mengatakan pemerintah daerah mendukung penuh langkah yang diambil oleh GRANAT dalam upaya pemberantasan peredaran Narkotika. (IN-06)

Comments
To Top

This site is protected by wp-copyrightpro.com